Pembangunan Kolam Renang Masuk Revitalisasi Gedung Pakuan, Ridwan Kamil Sebut Dirinya Butuh Renang

Ridwan Kamil - Bisnis/Wisnu Wage Pamungkas
15 November 2019 15:27 WIB Wisnu Wage Pamungkas News Share :

Harianjogja.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan soal mengapa pembangunan kolam renang masuk menjadi bagian dari revitalisasi Gedung Pakuan.

Ridwan Kamil mengatakan pembangunan kolam renang hanyalah sebagian kecil dari mata anggaran revitalisasi sebesar Rp1,5 miliar yang menyangkut perbaikan taman dan fasilitas lain. “Di salah satunya ada kolam renang yang sempit itu,” katanya di DPRD Jabar, Bandung, Jumat (15/11/2019).

Dia memastikan pembangunan kolam renang sepanjang 29 meter dengan lebar empat  meter tersebut tidak menguras anggaran dan sesuai dengan kebutuhan. Dia setuju memasukan klausal pembangunan kolam dalam perencanaan revitalisasi Pakuan karena alasan kesehatan.

“Kebutuhannya sangat nyata, kaki saya itu cedera yang sebelah kiri. Dokter menyarankan agar fit sebagai gubernur saya tidak boleh melakukan yang sifatnya impact, lari atau loncat-loncat. Harus terapi dengan yang namanya berenang,” katanya.

Menurutnya karena kebutuhan itu, kolam renang yang dibuat pun tidak besar dan tidak menggunakan anggaran yang kelewat batas. Terlebih setelah 20 tahun rumah dinas yang dibangun 200 tahun lalu tersebut sudah lama tidak direvitalisasi.

Dari sejarahnya Ridwan Kamil menggambarkan setiap gubernur sebelumnya memanfaatkan luasnya Pakuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemimpin. Ada pembangunan masjid agar warga sekitar bisa ikut beribadah sampai pembangunan gedung olahraga tenis dan bola basket.

“Bentuknya gedung ada lapangan tenis, basket sampai fasilitas fitness juga saking besarnya. Pak Aher juga membangun macam-macam, jadi sudah 20 tahun tidak ada renovasi yang ada hanya perawatan. Jadi penambahan fasilitas olahraga itu disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.

Dia juga menjamin semua urusan pembangunan Jawa Barat sudah diprioritaskan dan mendapat anggaran yang proporsional. Menurutnya urusan kemiskinan, kesehatan, pendidikan sudah dikerjakan dan tidak diabaikan. “Semua dikerjakan,” ujarnya.

Sumber : bisnis.com