Peringati HKN, Wabup Magelang Ikut Cek Kesehatan Bersama PNS

Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana mengikuti pemeriksaan kesehatan bersama yang digelar untuk para pegawai di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Magelang, Selasa (12/11/2019). - Ist/ Dok Humas
13 November 2019 07:27 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG-- Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana mengikuti pemeriksaan kesehatan bersama yang digelar untuk para pegawai di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Magelang, Selasa (12/11/2019).

Pemeriksaan itu dilakukan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN). Edi Cahyana turut ikut dalam pemeriksaan atau cek kesehatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan tersebut.

"Karena orang kadang tidak sempat mengontrol kesehatan. Maka saya sampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan yang sudah membuka layanan cek kesehatan gratis khusus hari ini, semoga bermanfaat," ungkap Edi, usai pemeriksaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti, menjelaskan kegiatan cek kesehatan secara gratis ini telah dilaksanakan setiap tahunnya terutama pada saat peringatan Hari Kesehatan Nasional.

"Ini sebenarnya media promosi untuk mendorong masyarakat untuk sadar diri terhadap kondisi kesehatan tubuhnya," jelas Retno.

Ia mengungkapkan pemeriksaan kondisi kesehatan yang baik bagi orang normal bisa dilakukan secara rutin setahun sebanyak dua kali (6 bulan sekali) dengan diperiksa secara laboratorium meliputi, tensi (tekanan darah), kadar gula dalam darah, kolesterol, dan parameter yang lainnya.

"Kami menyediakan 200 slot dalam cek kesehatan hari ini. Harapan kami, masyarakat nantinya bisa secara mandiri memanfaatkan laboratorium masyarakat yang ada di UPT Dinas Kesehatan ataupun Puskesmas untuk melakukan cek kesehatan tersebut secara rutin," katanya.

Adapun dalam sambutannya saat apel HKN, Edi Cahyana membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto. Ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas, yaitu stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional.

"Selain itu ada dua isu kesehatan lainnya yang juga harus diatasi, yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri," kata Edi.

Menurutnya, isu-isu strategis telah dilaksanakan dan menghasilkan perbaikan, antara lain dengan menurunya angka kematian ibu dan anak, menurunnya angka stunting, dan meningkatnya cakupan imunisasi serta berhasilnya pengendalian penyakit menular.

Jaminan Kesehatan Nasional atau (JKN) telah dilaksanakan sepenuhnya meski besar tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraannya. Peningkatan pemanfaatan JKN menjadi bukti bahwa JKN sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

"Dalam kurun waktu 5 tahun, angka stunting telah berhasil diturunkan hampir 10 persen," katanya.