Survei Segara Research: 73,8% Ojol Gabung karena Tak Dapat Kerja Formal
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.
Ilustrasi senjata tajam./JIBI
Harianjogja.com, BEKASI--Seorang wartawan bernama Eko Purnomo menjadi korban komplotan begal bersenjata di Jalan Raya Sultan Agung, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (4/10/2019) petang.
Eko yang merupakan wartawan Radio Elshinta mengaku saat itu dirinya hendak pulang ke rumahnya di daerah Harapan Jaya, Bekasi Utara sepulang bertugas.
"Setelah turunan flyover Kranji saya tidak terasa, tiba-tiba langsung rampas tas saya. Pelaku bawa senjata tajam," katanya, Sabtu (5/10/2019).
Dengan cepat tas Eko berpindah ke tangan pelaku. Menurut pengakuan korban, tas itu berisi kartu pers, STNK, SIM, ATM, KTP, dan ponsel.
"Kejadiannya secara spontan. Saya lewat gak merasa ada motor di belakang. Tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam sejenis celurit dan menyeset tas saya," ucapnya.
Ia mengaku sempat mengejar para tersangka tetapi laju mereka terlalu cepat sehingga tidak mampu dikejar.
Usai kejadian korban pun melaporkan peristiwa ini ke Polres Metro Bekasi Kota dengan LP bernomor 294/K/X/SPK1/2019/Restro Bekasi Kota.
"Saya berharap polisi dapat segera menangkap pelaku," kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.
Haul Solo ke-115 di Masjid Riyadh, Solo, berlangsung lancar. Panitia menyebut jemaah mencapai seratusan ribu orang.
Panjat tebing Indonesia gagal menambah medali dari nomor lead putra dan putri di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Eskalator Stasiun Duri mengalami gangguan dan bergerak mundur. Sebanyak 12 penumpang luka ringan dan mendapat penanganan medis.
Lisman Puja Kesuma, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY dan Bendahara DPD Gerindra DIY meninggal pada Sabtu (3/10/2026).
Jarak pandang 600 meter membuat delapan penerbangan di Bandara SMB II Palembang tertunda, terdiri atas empat kedatangan dan empat keberangkatan.