Pengusaha China Diminta Tambah Investasi di Indonesia

Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun saat diwawancarai oleh reporter CCTV di depan gerai Indonesia. - Dok. KBRI Beijing
22 September 2019 17:57 WIB Sri Mas Sari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing kembali menyelenggarakan Indonesia-China Business Forum on Investment and Tourism 2019 untuk mempromosikan kerja sama ekonomi kedua negara.

Forum bisnis bertemakan Doing Business with Wonderful Indonesia itu dihadiri lebih dari 200 pelaku usaha China dan Indonesia. Kegiatan itu merupakan salah satu upaya meningkatkan kerja sama investasi dan pariwisata antara kedua ekonomi sekaligus rangkaian peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI. 

Duta Besar RI di China Djauhari Oratmangun mengatakan pelaksanaan forum bisnis merupakan upaya KBRI Beijing untuk secara aktif mempromosikan kerja sama ekonomi dengan negara mitra sejalan dengan arahan Presiden RI.

"Tiongkok merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia di bidang kerja sama perdagangan, investasi, dan pariwisata Indonesia. Hubungan bilateral RI-China juga telah mencapai level strategic comprehensive partnership," kata Djauhari dalam siaran pers, Minggu (22/9/2019).

Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya mengatakan selain komitmen untuk lebih memperkuat hubungan bilateral kedua negara, khususnya bidang ekonomi, Indonesia juga akan terus melanjutkan upaya menyinergikan visi Poros Maritim Dunia dan Belt and Road Initiative China. 

Forum Bisnis dihadiri BP Batam, PT Wijaya Karya (Persero), Xiaomi Inc., Gabungan Pengusaha Jamu, dan Kementerian Pariwisata. 

Di sela-sela forum bisnis dilaksanakan penandatanganan 9 nota kesepahaman kerja sama antara pengusaha Indonesia dan China, antara lain di sektor investasi pembangunan mesin diesel, mesin pertanian, dan suku cadang maupun pemasaran produk obat-obatan tradisional Indonesia di Negeri Tirai Bambu. 

Forum bisnis dilanjutkan dengan sesi networking dan one-on-one business meeting antara pelaku usaha kedua negara yang berminat menjajaki kerja sama lebih mendalam. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia