Advertisement
Konsumen Paling Favorit Beli Properti di Bulan November
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Transaksi penjualan rumah diperkirakan umumnya mengalami kenaikan pada akhir tahun, terutama di bulan November.
Menurut pengembang perumahan PT.Star Nusa Prima, animo penjualan properti menghadapi akhir tahun merupakan proyeksi pasar yang tak pernah sepi.
"Kalau di Bulan November itu kita malah tinggi-tingginya penjualan, bahkan sampai rebutan kavling," ungkap Marketing Nirwana Bojong Residence Aini Sudiastuti.
Lebih lanjut Aini menjelaskan, kendati akhir tahun menjadi waktu menghamburkan uang untuk liburan namun tak sedikit orang yang lebih memanfaatkan peluang.
"Kalau untuk kelas menengah kebawah itu jarang yang mikir kesitu, mereka lebih memilih suatu hal yang lebih menguntungkan seperti punya rumah, kecuali yang kelas menengah keatas itu baru ada lebihan untuk acara liburan," tambahnya.
Kemudian, alasan mereka memilih beli properti hanya di bulan November yaitu memanfaatkan bonus akhir tahun dengan yang lebih bermanfaat.
"Alasan mereka dapat bonus akhir tahun, disitulah mereka ngarepnya dari situ untuk pelunasan DP, untuk booking, pokoknya intinya mereka dapatnya dari bonus akhir tahun itu. Jadi paling tidak, November itu list dulu nih mau rumah yang dimana terus booking. Nah kalau sudah booking biasanya tuh pelunasan DP dari developer bisa sampai tiga bulan jadi alasannya tuh mereka sambil nunggu bonus cair," papar Aini.
Secara terpisah, Yulius Fang seorang Pakar Feng Shui profesional di Indonesia menjelaskan, sektor properti akan mulai mendapatkan awal pertumbuhan sejak dari tahun babi tanah.“Dimana energinya akan mulai terasa sejak semester kedua tahun 2019,” katanya.
Kendati tren permintaan properti di September masih sedikit porsinya, tapi kalangan developer tetap optimis penjualan bisa meningkat.
“Dengan demikian bila properti yang ditawarkan mempunyai prospek baik ke depannya, dan ditambah dengan promosi atau gimmick yang bagus, serta adanya kekuatiran dari calon pembeli bahwa harga kemungkinan akan bisa naik kembali (karena inflasi), maka kombinasi tersebut akan bisa merangsang calon pembeli untuk mengambil unit yang diinginkan,” jelas Yulius Fang.
Ia menambahkan, prospektif beli rumah di November 2019 yaitu sangat menarik karena memiliki potensi energi konflik.
“Satu hal yang menarik adalah bulan November 2019 mempunyai potensi energi konflik dimana energi feng shui bulanan konflik dengan energi tahunan babi tanah. Bila dilihat dari sudut pandang positif ini artinya ini adalah kesempatan perubahan, ketidakstabilan. Artinya adalah kesempatan bagi orang-orang untuk pindah rumah, pindah kantor atau kerjaan, traveling, untuk menjawab perubahan atau ketidakstabilan tersebut,” jelas Yulius Fang.
Dengan demikian bila properti yang ditawarkan ready stock, masih dikatakan Yulius Fang, maka ini akan bisa menjawab kesempatan tersebut untuk langsung pindah rumah baru.
“Oleh karena itu pasar properti yang sudah ada bangunannya (ready stock) dan siap huni akan diuntungkan dari kesempatan tersebut, karena di saat bersamaan calon pembeli akan mempunyai hasrat untuk langsung terjadinya perubahan lingkungan baru seperti pindah rumah,” ujarnya .
Yulis Fang menambahkan, jenis produk properti yang membawa keberuntungan untuk di November 2019.
“Pasar properti dengan stok bangunan yang sudah ada, bisa rumah tapak maupun hunian apartemen dan kondominium yang akan berpotensi mendapatkan beruntungan dalam siklus November 2019 ini. Bila kondisi pasar properti tidak tersedia permintaan sesuai keinginan calon pembeli tersebut, maka yang diuntungkan adalah property second hand, karena bisa langsung siap pindah,” pungkasnya..
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Lineup PSS Sleman vs Deltras, Duel Krusial Putaran Ketiga Sore Ini
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Dinkes Sleman Soroti Pinjol dan Bullying Picu Kasus Gangguan Jiwa
- Majestic Iftar Buffet 1O1 STYLE Malioboro Tawarkan Bukber ala Sultan
- 23.000 SPPG Dukung Program MBG, BGN Libatkan Kampus
- Jateng Kebut Perbaikan 106 Ruas Jalan Jelang Mudik
- Transisi PSEL 2028, TPST Jadi Andalan Kelola Sampah di DIY
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Pelajar SD Tewas Tenggelam di Bendungan Sungai Winongo Bantul
Advertisement
Advertisement







