Garuda Alihkan Pendaratan di Bandara Karratha Demi Penumpang Kritis

Sebuah pesawat udara terbang melintas di atas jalan raya saat bersiap mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (14/1/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
17 September 2019 11:37 WIB Putri Salsabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Pesawat Garuda Indonesia rute penerbangan Denpasar - Perth nomor penerbangan GA 728 pada Minggu, (15/9/2019) melakukan pengalihan pendaratan di Bandara Karratha, Australia setelah satu penumpang yang mengalami kritis akibat serangan jantung dalam penerbangan.

Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Tbk. M. Ikhsan Rosan mengatakan, pesawat Garuda Indonesia GA 728 rute Denpasar – Perth berangkat sesuai jadwal pada pukul 19.30 waktu setempat (local time/LT). 

"Beberapa waktu setelah pesawat lepas landas, awak pesawat mendapati salah satu penumpang berjenis kelamin wanita di kursi 32H berusia 63 tahun mengalami gejala sesak nafas. Selanjutnya awak kabin melakukan upaya pertolongan pertama kepada penumpang tersebut,” tuturnya dalam siaran pers, Senin (16/5/2019). 

Ikhsan menjelaskan pihaknya melihat kondisi penumpang yang membutuhkan penanganan lebih lanjut sehingga pilot in command (PIC) Captain Shahzam Nizam Rassat memutuskan melakukan pengalihan pendaratan di Bandara Karratha untuk memastikan penumpang mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menurutnya, pendaratan darurat tersebut sejalan dengan komitmen Garuda dalam memprioritaskan keselamatan penumpang selama dalam penerbangan.

Setibanya di Bandara Karratha, tim ground handling bandara setempat atas berkoordinasi dengan awak pesawat Garuda langsung membawa penumpang tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif lebih lanjut.

Adapun, kondisi penumpang tersebut kini berangsur membaik dan dalam masa perawatan di rumah sakit, dan sesuai dengan rencana pada Senin (16/9/2019), penumpang berangkat menuju Perth dengan didampingi oleh flying doctor untuk selanjutnya menjalani perawatan lebih lanjut di rumah sakit di Perth.

“Garuda Indonesia berkomitmen untuk selalu mengedepankan aspek keselamatan para penumpang, adapun yang dilakukan oleh awak pesawat dalam proses penanganan penumpang yang sakit telah sesuai dengan tata laksana pertolongan pertama penumpang pesawat termasuk mekanisme persiapan medical assistance ketika pesawat mendarat.”

Ikhsan menyatakan, penerbangan Garuda Rute Denpasar – Perth kembali melanjutkan penerbangan menuju Bandara Internasional Perth pada pukul 01.06 LT dan tiba pada pukul 01.25 LT. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia