Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Ilustrasi kekerasan/JIBI
Harianjogja.com, RANCHI – Hanya karena menolak membaca puji-pujian untuk Dewa, seorang pria muslim di India tewas dianiaya.
Polisi India telah menangkap lima orang setelah seorang pria Muslim dianiaya sampai tewas oleh massa. Insiden itu terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial.
Tareb Ansari meninggal dunia beberapa hari setelah dia diserang oleh orang-orang yang menuduhnya mencuri sepeda motor di Negara Bagian Jharkhand, sebelah timur India. Dalam video yang beredar, pria berusia 24 tahun itu tampak memohon agar nyawanya diampuni sebelum dipaksa untuk membaca puji-pujian untuk dewa Hindu.
Keluarga Ansari menuduh polisi tidak memberi perawatan pada pemuda itu meski dia mengalami luka-luka parah.
Istrinya, Shahista Parveen mengatakan kepada BBC bahwa Ansari telah diikat ke tiang listrik semalaman dan baru diserahkan ke polisi pada keesokan harinya. Polisi kemudian menangkapnya atas tuduhan pencurian.
Dia dipindahkan ke rumah sakit empat hari kemudian. Dia mengatakan dia dipukuli setelah menolak mengikuti nyanyian yang memuji dewa-dewa Hindu.
Polisi negara bagian menolak tuduhan tersebut dan menyatakan mereka tidak bersalah.
India telah menyaksikan beberapa kejadian main hakim sendiri dan penganiayaan oleh massa dalam beberapa tahun terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.
Potong hewan kurban berisiko picu infeksi kulit. Simak tips dokter agar tetap aman saat Iduladha.