Dinilai Rasis, Tokoh Etnis Tionghoa Ini Lakukan Klarifikasi

Ilustrasi kegiatan masyarakat Tionghoa - Harian Jogja/Desi Suryanto
12 Juni 2019 09:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, TANJUNGPINANG--Salah seorang tokoh etnis Tionghoa, Bobby Jayanto, mengatakan dirinya sama sekali tidak ingin menyinggung suku maupun ras tertentu. Hal tersebut ia sampaikan saat mengklarifikasi pernyataannya yang menyinggung ras/etnis lainnya di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Bobby yang ditemui di Sekretariat Partai NasDem Tanjungpinang, Selasa, menegaskan pernyataan yang disampaikan dalam acara Sembahyang Keselamatan yang diselenggarakan etnis Tionghoa di Pelantar II Tanjungpinang tidak disengaja.

"Saya besar di Tanjungpinang. Jadi tidak mungkin saya mencari masalah dengan menyudutkan ras dan suku tertentu," ujar Bobby yang juga Ketua Partai NasDem Tanjungpinang.

Pernyataan Bobby dalam acara yang diselenggarakan etnis Tionghoa pada 8 Juni 2019 itu divideokan. Dalam video itu, Bobby diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato.

Di hadapan warga etnis Tionghoa itu, Bobby menggunakan bahasa mandarin.

Video itu pun menyebar luas. Bahkan ada video yang menuliskan arti pernyataan Bobby tersebut dalam bahasa Indonesia. Dalam video itu, Bobby mengatakan keuntungan warga etnis Tionghoa memilih caleg dari etnis Tionghoa karena mereka yang akan memperjuangkan kepentingan warga etnis Tionghoa.

Ia mengatakan tuduhan rasis kepada dirinya adalah kesalahpahaman.

"Saya dipanggil Gubernur Nurdin Basirun. Di Facebook saya sudah klarifikasi," ujarnya pula.

Akibat pernyataan tersebut, empat lembaga swadaya masyarakat, melaporkan Bobby Jayanto ke Polres Tangjungpinang, Selasa (11/6) siang, dengan nomor laporan: STTLP/82/VI/2019/KEPRI/SPKT-RES TPI.

LSM itu yakni LSM Gagak Hitam, Cindewangi, Juliat Kerabat Kerajaan Lingga, dan Garda Fisabilillah.

Sumber : antara