Bima Seta dari Jogonalan Terpilih Jadi Sapi Kurban Presiden Prabowo
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Komisi Pemilihan Umum/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Aksi 22 Mei akan diikuti ratusan purnawirawan TNI-Polri pendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno yang tergabung dalam Front Kedaulatan Bangsa menyatakan.
Rencananya dalam aksi itu mereka akan ikut mengamankan.
"Turut serta artinya mengamankan ya, jangan sampai emak-emak itu diganggu. Diminta juga jangan sampai anarkis (aksinya)," kata Mantan Petinggi Polri, Komjen Pol (purn) Sofyan Jacob, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019).
Namun, Sofyan mengaku tidak tahu berapa banyak jumlah purnawirawan TNI-Polri yang akan ikut dalam aksi tersebut.
"Enggak tahu jumlahnya. Enggak bisa saya sebutkan jumlahnya, banyak. Lihat dari absennya 108 orang," ucap Jacob.
Sebelumnya ratusan purnawirawan TNI-Polri menggelar diskusi di Hotel Mahakam terkait pilpres 2019. Mereka mengaku perihatin dengan kondisi yang dialami bangsa Indonesia saat ini dan menyatakan sejumlah sikap.
Salah satunya mereka menilai bahwa kondisi negara sedang mengalami politik yang tidak stabil disebabkan hak kedaulatan rakyat dalam kehidupan demokrasi, yang dirampas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Janice Tjen hadapi Caijsa Wilda Hennemann di babak pertama WTA 250 Rabat 2026 dengan status unggulan pertama turnamen.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.