Balon Udara Berpetasan Meledak di Blitar, Satu Tewas
Ledakan balon udara berpetasan di Blitar saat Iduladha menewaskan satu warga dan melukai dua anak di Desa Tambakan.
Ilustrasi penembakan./JIBI
Harianjogja.com, QUETTA--Kelompok bersenjata menyerbu sebuah hotel di kota pelabuhan Gwadar, Pakistan, pada Sabtu dan menyerang pasukan keamanan saat sejumlah helikopter mengepung di atas mereka
Seorang pejabat yang identitasnya minta dirahasiakan karena tak berwenang berbicara kepada media, melalui Reuters mengatakan sebagian besar tamu telah dievakuasi dari Pearl Continental Hotel bintang lima, namun para penyerang tampaknya sudah memasuki lantai pertama.
Gwadar, yang terletak di Laut Arab, merupakan pelabuhan strategis yang dikembangkan sebagai bagian Koridor Ekonomi Pakistan China senilai 60 miliar dolar AS. Pelabuhan itu menjadi bagian dari proyek infrastruktur Belt and Road.
Menteri Dalam Negeri Balochistan, Ziaullah Langove mengatakan kemungkinan ada korban jiwa tetapi belum ada rincian mengenai itu. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Balochistan memiliki banyak pemberontakan etnik, sektarian dan separatis serta sejumlah kelompok gerilyawan yang beroperasi di provinsi tersebut, termasuk kelompok Taliban Pakistan atau Tehrik-i Taliban Pakistan (TTP) dan Balochistan Liberation Army
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ledakan balon udara berpetasan di Blitar saat Iduladha menewaskan satu warga dan melukai dua anak di Desa Tambakan.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.
Wakil Menlu Rusia menuding Pentagon memanfaatkan Starlink untuk campur tangan urusan dalam negeri negara lain melalui internet satelit.