Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi./JIBI-Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja punya sejarah panjangsebagai penjaga kebinekaan Indonesia. Beragam suku dan budaya yang membaur di Kota Gudeg seharusnya menjadikan Jogja lebih bijak menyikapi politik praktis yang sedang berlangsung. Setelah pemilu, yang harus dibicarakan adalah hajat hidup orang banyak, bukan perkubuan seperti saat ini.
Gagasan ini disampaikan dalam Maklumat Rakyat Jogja, di STPMD-APMD, Muja Muju, Senin (15/4/2019). Pemilu lima tahunan ini semestinya dimaknai sebagai pembelajaran yang mendewasakan dan menyenangkan bagi rakyat, bukannya memecah belah.
Guru Besar Fisipol UGM Purwo Santosa mengatakan tidak ada perbedaan secara ideologis antara kedua pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden. Menurut dia, kedua paslon hanya berbeda sifat, yang satu militer dan yang lain praktisi. “Ini sangat wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.”
Ia berpendapat masyarakat hari ini terjebak dalam kontestasi, padahal dalam demokrasi, bukan itu tujuannya. Ia berharap kearifan masyarakat sebagai warga negara bisa mengendalikan partai politik dan bukan bukan sebaliknya.
Ketua STPMD-APMD, Sutoro Eko, menyampaikan masyarakat harus kembali pada nilai-nilai Pancasila, terutama sila keempat.
Keterbelahan masyarakat cukup terjadi saat menjelang pemilu. Setelah pemilu, rakyat harus kembali bersatu dengan orientasi Indonesia, bukan lagi pada kubu masing-masing. “Membicarakan hajat hidup orang banyak, bukan dengan cara cebong atau kampret,” ujar dia.
Tiga poin yang menjadi rekomendasi forum ini. Pertama, pemerintah seharusnya menjaga marwah dengan menghindarkan diri untuk menjadi bagian daei kontestasi politik. Kedua, masyarakat agar dapat menggunakan hak politiknya, dan menolak segala bentuk politik uang. Ketiga, mengajak warga Jogja untuk bersama mengatasi keterbelahan sebagai efek pemilu dan menjaga keutuhan bangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
BPC HIPMI Kota Yogyakarta mempertemukan lebih dari 50 peserta pitching dengan investor melalui Jogja Investment Arena 2026.
BRIN mengembangkan grafit artifisial dari limbah batu bara untuk bahan baku baterai EV dengan tingkat kesesuaian struktur mencapai 96,8%.
PSS Sleman imbang 1-1 Persita dalam uji coba. Pieter Huistra menilai fisik, taktik, dan mental pemain menunjukkan progres.
76 Paskibraka Nasional 2026 dikukuhkan di Istana Negara. Mereka bercerita tentang seleksi, perjuangan melawan minder, hingga persiapan bertugas.
Pidato Prabowo 14 Agustus 2026 memuat RAPBN 2027, renovasi puskesmas, sekolah, bursa komoditas, energi surya hingga motor listrik.