Sekjen PDIP: Surat SBY Bukti Prabowo Tak Cocok dengan SBY

Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/4/2019). - JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
07 April 2019 20:37 WIB Aziz Rahardyan News Share :

Harianjogja.com, LAMPUNG — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengomentari surat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berisi kecemasan atas Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta (7/4/2019).

"Kami bisa memahami kegelisahan SBY, terlebih dalam putaran terakhir ini, Prabowo menampilkan sosok yang mudah emosional," ungkap Hasto di sela-sela acara kampanye terbuka di Lampung Selatan, Minggu (7/3/2019).

"Kemudian menampilkan kampanye yang berbeda jauh dari yang diharapkan SBY, kampanye tidak lazim, kampanyenya tidak inklusif dan sangat ekslusif, dan itu tidak mencerminkan ke-Indonesaan kita," tambah Hasto.

Menurut Hasto, bukan hanya soal kampanye, karakter dan gaya politik SBY sejak awal sudah tak cocok dengan gaya politik Prabowo.

"Kami sangat memahami kegelisahan dari SBY itu, apalagi dia sosok pemimpin yang santun yang tidak menyukai kata-kata kasar, fitnah, dan hoaks yang selama ini banyak dilakukan oleh pendukung Prabowo-Sandiaga," tambah Hasto.

Sebelumnya, menjelang digelar Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, SBY mengirimkan surat kepada sejumlah elite Partai Demokrat ihwal pandangannya terhadap Kampanye Akbar Prabowo-Sandi yang dinilai tidak inklusif (ekslusif) dan tidak lazim.

Surat SBY itu dikirimkan pada Minggu (7/4/2019), ditujukan kepada Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Pesan SBY itu tersebar di WhatsApp dan dibenarkan politikus PD Andi Arief.