Charta Politika: Prabowo Ketua Partai Paling Disukai, Lebih Populer daripada Megawati & SBY

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri depan) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan depan). - Reuters
04 April 2019 18:32 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Prabowo Subianto menjadi ketua umum partai politik yang disukai menurut penelitian lembaga survei Charta Politika, mengalahkan Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Direktur Riset Charta Politika Muslimin mengatakan Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto paling disuka publik dengan popularitas 25,2%.

“Kedua adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebesar 19,9% dan Susilo Bambang Yudhoyono 18,1%,” kata dia di Jakarta, Senin (4/4/2019).

Ketua partai lainnya berada pada tingkat popularitas di bawah dua digit. Adapun responden yang tidak menjawab adalah 16,1%.

“Walaupun kita lihat ada bias popularitas karena ketiganya sama-sama pupuler di masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Muslimin menuturkan hanya akan ada 7 dari 16 partai yang bakal lolos dan melenggang ke Senayan, yaitu PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, Nasdem, dan PKS.

Berdasarkan hasil survei, tingkat keterpilihan PDIP sebesar 25,3% disusul Gerindra 16,2% dan Golkar 11,3%. Sementara 4 partai sisanya yang berada di bawah dua digit yakni PKB 8,5%, Demokrat dan Nasdem 5,2%, serta PKS 5%.

Partai yang masih memiliki peluang mencapai ambang batas 4% adalah PAN 3,3%, PPP 2,4%, PSI 2,2%, dan Perindo 2%.

Terakhir, partai yang sulit mencapai ambang batas dan terancam tidak lolos yaitu Hanura 1%, PBB 0,5%, PKPI 0,2%, Garuda 0,2%, dan Berkarya 0,1%. Pemilih yang tidak jawab atau belum menentukan pilihan.

Akan tetapi Muslimin menjelaskan partai PAN, PPP, PSI, dan Perindo berpeluang melewati ambang batas. 

“Partai di bawah 4% masih punya peluang lolos dengan catatan memperebutkan undecided voters [pemilih yang beum menentukan pilihan] dan margin error ini.”  

Charta Politika melalukan survei pada 19-25 Maret lalu dengan jumlah responden 2.000 orang yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Tingkat kepercayaan survei ini 95% dan kesalahan kurang lebih 2,19%.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia