Advertisement
Rumah Pencipta Lagu Hymne Guru di Madiun Akan Dibeli Rp4 Juta Per Meter Persegi
Istri pencipta lagu Hymne Guru, almarhum Sartono, Damijati, 68, duduk di rumah suaminya di Jl. Halmahera No 98, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Senin 4 Februari 2019). - JIBI/Abdul Jalil
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA -Kementerian Pendidikan dan Kabudayaan berencana membeli rumah pencipta lagu Hymne Guru, Sartono, di Jl. Halmahera No 98, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Ahli waris rumah tersebut akan menjualnya dengan harga Rp3,5 juta-Rp4 juta per meter persegi.
Rencana pembelian rumah pencipta lagu Hymne Guru itu disampaikan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Madiun, Hariyadi, kepada wartawan, Senin (4/2/2019).
Advertisement
Hariyadi menuturkan sangat senang saat Kemendikbud berniat untuk membeli rumah bersejarah tersebut. Sehingga nantinya aset rumah itu bisa dimanfaatkan untuk dijadikan museum pendidikan. Sekaligus sebagai tempat tinggal istri Sartono, Damijati, yang sudah berusia lanjut.
"Atas informasi mengenai akan dijualnya rumah milik Sartono ini. Pihak Kementerian Pendidikan sudah memberikan respons positif. Diusahakan rumah itu akan dibeli. Nanti akan dikoordinasikan dengan pihak Menteri Pendidikan," ujar Hariyadi.
Nantinya, setelah rumah itu benar-benar dibeli akan langsung diserahkan ke Dirjen Kebudayaan dan akan dimanfaatkan untuk museum pendidikan.
Namun, kata dia, pembelian rumah beserta tanah Sartono itu terkendala soal tingginya harga yang ditawarkan pihak ahli waris yaitu adik Sartono, Sarwono. Rumah tersebut ditawarkan dengan harga Rp3,5 juta sampai Rp4 juta per meter persegi. Padahal, nilai jual objek pajak (NJOP) rumah di kawasan itu hanya berkisar Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per meter persegi.
"Yang menjadi kendala ini ya soal harga. Harga yang ditawarkan terlalu tinggi. Di atas NJOP. Saat ini masih proses penjajagakan," ujar dia.
Hariyadi menyampaikan pihak ahli waris yang akan menjual, Sarwono, diharapkan bisa langsung berkomunikasi dengan pihak Kemendikbud dalam proses jual beli rumah ini. Supaya tidak banyak orang yang ikut campur dalam urusan ini.
"Saya berharap pembelian rumah ini bisa terealisasi. Karena ini bentuk kepedulian kita semua. Apalagi istri Pak Sartono kan sudah sepuh," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
157 Ribu Wisatawan Serbu Gunungkidul, PAD Tembus Rp1,9 Miliar
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Pemerintah Menjamin Tidak Ada Pembatasan Pembelian Pertalite
- KONI Minta IMI Perkuat Pembinaan Atlet Balap Usai Veda Raih Podium
- Arus Balik, 15.287 Kendaraan Keluar DIY Via Gerbang Tol Purwomartani
- Lebaran, Pengunjung Candi Prambanan Capai 18.500 Orang Sehari
- Prabowo Telepon Presiden Palestina dan Erdogan Saat Momen Lebaran
- Korlantas Terapkan One Way Nasional Mulai Selasa 24 Maret 2026
- Simpan Ini! Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 24 Maret 2026
Advertisement
Advertisement







