Konser Guyon Waton Sedot Ribuan Penonton, Woro Tampil Memukau
Guyon Waton menghibur ribuan penonton di konser Sukoharjo Spektakuler dalam rangka Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo.
Kondisi arus lalu lintas di Simpang Empat Kartasura padat lancar pada lima hari menjelang Lebaran atau H-5, Minggu (10/6/2018). (Solopos-Bony Eko Wicaksono)
Harianjogja.com, SUKOHARJO -- Rencana pembangunan jembatan layang atau flyover Bundaran Kartasura, Sukoharjo, kemungkinan tak bisa direalisasikan dalam waktu dekat ini. Pemerintah pusat lebih memprioritaskan pembangunan jalan tol Solo-Jogja-Kulonprogo, hingga beberapa tahun mendatang.
Wacana pembangunan jembatan layang di sekitar Bundaran Kartasura kembali mencuat pada awal 2019. Bahkan, Pemkab Sukoharjo melakukan kajian teknis secara mendalam sebagai bahan pertimbangan usulan yang dikirim ke pemerintah pusat.
Kajian teknis itu erat hubungannya dengan kondisi arus lalu lintas dan tata ruang wilayah di sekitar Bundaran Kartasura. Sejatinya, wacana pembangunan flyover di Bundaran Kartasura mencuat pada beberapa tahun lalu.
Flyover dinilai menjadi solusi mengatasi kepadatan arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura yang makin semrawut. Dana yang dibutuhkan untuk membiayai pengerjaan pembangunan flyover cukup besar. Hanya pemerintah pusat yang mampu membiayai proyek tersebut.
Kini, Kementerian PUPR tengah fokus mengerjakan pembangunan jalan tol Jogja-Solo sepanjang 91,93 kilometer dengan nilai investasi ditaksir senilai Rp22,5 triliun.
“Kami yang kali pertama mengusulkan pembangunan flyover di Bundaran Kartasura pada 2017. Usulan serupa pernah dilontarkan saat acara musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kabupaten oleh komunitas warga Kartasura,” kata Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Pengembangan Wilayah (Bapelbangda) Sukoharjo, Agus Purwantoro, di kantornya, Kamis (31/1/2019).
Pembangunan flyover butuh feasibility study (FS) atau kajian kelayakan secara matang. Kajian itu melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Sukoharjo. Setelah penyusunan FS rampung segera diusulkan ke pemerintah pusat.
Pemerintah pusat berwenang menyetujui atau tidak menyetujui usulan pembangunan flyover di Bundaran Kartasura. “Harapan saya juga secepatnya dibangun [jembatan layang di Bundaran Kartasura]. Namun, tahun ini pemerintah pusat fokus mengerjakan pembangunan jalan tol Jogja-Solo. Mudah-mudahan, usulan pembangunan flyover tetap dipertimbangkan pemerintah pusat,” tutur Agus.
Selama ini, kemacetan arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura kerap terjadi terutama saat Lebaran. Volume kendaraan bermotor meningkat tajam dibanding hari biasa.
Bahkan, penumpukan kendaraan bermotor terjadi hingga lebih dari 500 meter saat beberapa hari menjelang Lebaran. Seorang warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Indra, mengatakan kondisi arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura makin parah saat pagi hari dan malam hari.
Menurut Indra, pembangunan flyover cukup mendesak untuk mengatasi kesemrawutan arus lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Guyon Waton menghibur ribuan penonton di konser Sukoharjo Spektakuler dalam rangka Hari Jadi ke-80 Kabupaten Sukoharjo.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.
Cara beli iPhone 18 secara online dan offline di iBox, Digimap, Hello Store, dan Blibli lengkap dengan metode pembayaran.
Sebanyak 252 penerima bansos Gunungkidul membuat pernyataan berhenti judi online. Total 9.921 penerima terindikasi judi online pada 2026.