Soal Tabloid Indonesia Barokah, Polisi Gandeng Pesantren dan Marbot

Tim Prabowo - Sandiaga Laporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers. - Suara.com/Ria Rizki
26 Januari 2019 02:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA--Pihak kepolisian berusaha mencegah peredaran Tabloid Indonesia Barokah semakin meluas. Polda Jawa Timur sampai menjalin kerja sama dengan pesantren dan marbot masjid untuk mewujudkan hal itu.

Isi pemberitaan Tabloid Indonesia Barokah dianggap kubu Prabowo-Sandiaga bagian dari black campaign atau kampanye hitam sehingga kepolisian berusaha mencegah peredaran tabloid itu menjelang Pilpres.

"Kita sudah bekerjasama dengan para marbot dan pesantren untuk mengantisipasi peredaran tabloid tersebut. Dan mereka sudah tahu itu," kata Kabid Humas Polda Jatim , Kombes Pol Frans Barung Mangera pada Suara.com, Jumat (25/1/2019).

Berdasarkan hasil temuan Polda Jatim, Barung mengatakan temuan tabloid tersebut selain di pesantren Mojokerto juga ditemukan di Pasurun. Tabloid Indonesia Barokah itu diduga berisikan tulisan menyudutkan salah satu Capres dan Cawapres nomor urut 02.

"Di pasuruan juga kita temukan yang dialamatkan di masjid. Dan sekarang sudah kita amankan. Jumlahnya ribuan ya," ucap Barung.

Dengan banyaknya temuan Tabloid Indonesia Barokah di Jatim yang dialamatkan anonim, tambah Barung, Polda Jatim akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pengirimnya.

"Kita tidak ingin pesta demokrasi ini diciderai dengan adanya black campaign. Jika terbukti, siapapun akan kita tindak tegas karena ini sudah menjadi tanggungjawab kepolisian, tentunya kita juga akan berkoordinasi dengan Mabes Polri dalam hal ini," katanya.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Jumat siang, melaporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers. Hal itu dilakukan lantaran pemberitaan tabloid tersebut dinilai menyebar kebencian dengan melakukan fitnah kepada Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02.

Anggota Direktorat Advokasi dan Hukum Prabowo-Sandiaga, Y. Nurhayati mengungkapkan bahwa Tabloid Indonesia Barokah menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, salah satu konten berjudul 'Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik' yang dimuat dalam tabloid itu dinilai berpotensi menimbulkan permusuhan.

"Berpotensi menimbulkan permusuhan baik antar golongan pendukung Bapak Prabowo maupun umat Islam karena membuat kegaduhan dan keonaran dimasyarakat akibat tabloid Indonesia Barokah," kata Nurhayati di Kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Sumber : suara.com