BNPB: Jumlah Peserta Gathering PLN yang Meninggal 14 Orang

Gelombang tinggi yang menerjang Anyer dan Lampung. - Ist/Okezone
23 Desember 2018 14:53 WIB Kusnul Isti Qomah News Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah petugas PLN menjadi korban tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018). PLN Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB) sedang mengadakan acara internal perusahaan di Tanjung Lesung ketika tsunami terjadi. Korban meninggal dunia sebanyak 14 orang per Minggu (23/12/2018) pukul 11.00 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, total petugas PLN yang mengikuti kegiatan sebanyak 260 orang. "Tiba-tiba terjadi di balik panggung, karena panggung membelakangi pantai. Enggak ada tanda-tanda," ujar dia dalam jumpa pers di BPBD DIY, Minggu (23/12/2018).

Sutopo merinci, dari 260 orang, sebanyak 157 orang selamat termasuk yang luka-luka, 14 orang meninggal, dan 89 orang belum ditemukan atau belum bisa dihubungi.

"Yang 89 ini belum dimasukkan data orang hilang [akibat tsunami Selat Sunda], karena data terus berkembang," papar dia.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR, PT PLN I Made Suprateka mengungkapkan, pihaknya masih terus mendata dan melakukan upaya pencarian korban. "Kami mohon doanya agar seluruh korban bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat," ungkap dia dalam rilisnya, Minggu.

PLN juga telah mengirimkan 36 ambulans untuk membantu proses evakuasi di lokasi bencana.

Terkait kondisi kelistrikan pascabencana, saat ini PLN sedang melakukan proses penormalan listrik dengan melakukan perbaikan gardu serta investigasi jaringan.

Terdapat 146 gardu yang berhasil dinyalakan, sementara gardu yang masih padam yakni 102 gardu. Selain itu terdapat 20 tiang Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) roboh akibat diterjang tsunami.