Menhub: 130 Penumpang Virgo Transport 8 Masih Dicari Tim SAR
Sebanyak 130 penumpang Kapal Virgo Transport 8 masih dicari setelah 113 orang dievakuasi dari total 243 penumpang.
Mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga di dalam drum plastik berwarna biru, di kawasan industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. /Suara.com-Rambiga
Harianjogja.com, BOGOR- Warga Bogor digemparkan dengan penemuan mayat laki-laki dalam drum plastik yang ditemukan pemulung di kawasan industri Kembang Kuning, Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena mengatakan dari hasil identifikasi mayat tersebut bernama Abdullah Fitri Setiawan warga Tangerang.
"Hasil identifikasi di RS Polri Kramatjati, mayat laki-laki di dalam drum bernama Abdullah Fitri Setiawan, warga Tangerang," kata Ita, Senin (19/11/2018).
Terkait profesi korban yang belakangan disebut sebagai jurnalis, polisi belum bisa memastikannya. Hal itu karena istri korban sendiri tidak mengetahui secara pasti pekerjaan yang dilakukan korban saat ini.
"Keluarga [istri] tidak mengetahui persis apakah pekerjaan korban masih menjadi wartawan. Dulu pernah jadi wartawan RRI tapi setelah itu tidak mengetahui lagi pekerjaan suami," jelas Ita.
Hingga kini, pihaknya masih terus berupaya melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban yang diduga kuat korban pembunuhan.
"Kami mohon pengertiannya semua, anggota saat ini masih di lapangan untuk melakukan penyelidikan dan mencari pelaku. Nanti kita pasti akan sampaikan lagi kalau ada perkembangan kasus ini," pungkas Ita.
Seperti diketahui, mayat laki-laki dalam drum plastik ditemukan oleh pemulung di Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu 18 November 2018 pagi.
Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa mayat tersebut ke RS Polri Kramatjati untuk diotopsi.
Almarhum Dufi saat ini diketahui bekerja sebagai karyawan di TV Muhammadiyah atau TvMU. Ia berstatus freelance sales di media televisi milik Muhammadiyah itu.
Direktur Utama (Dirut) TvMU, Gatot Triyanto mengaku belum tahu pasti apa penyebab kematian salah satu karyawannya itu. Namun ia memastikan, Dufi ditemukan meninggal bukan sedang bertugas. Namun informasi yang dia terima, Dufi baru saja mengantar anaknya ke salah satu pondok pesantren.
"Informasinya seperti itu, namun kami tentu akan mengawal kasus ini karena ada yang janggal sepertinya. Untuk memastikan apa penyebab kematian almarhum," ujar Gatot, Senin (19/11/2018).
Gatot juga mengaku belum tahu secara rinci perkembangan kasus penemuan jasad Dufi tersebut. Sebab saat ini dirinya masih berada di Solo, Jawa Tengah menghadiri acara Milad Muhammadiyah.
"Kami akan berkoordinasi dengan rekan-rekan di Jakarta. Ini kami baru akan kembali dari Solo," ujar dia.
Gatot sebelumnya membenarkan apabila Dufi bekerja sebagai freelance sales di TvMU. Ia bekerja di media televisi milik Muhammadiyah itu sejak 2015. Gatot juga menyatakan, Dufi bekerja di TvMU bukan sebagai wartawan, melainkan freelance sales untuk wilayah Jabodetabek.
Karena statusnya sebagai freelance, Dufi terkadang aktif dan kadang tidak. Namun beberapa bulan terakhir, Dufi terpantau aktif bekerja sebagai freelance di TvMU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Sebanyak 130 penumpang Kapal Virgo Transport 8 masih dicari setelah 113 orang dievakuasi dari total 243 penumpang.
Sinergi tersebut dibahas dalam Overview Implementasi SIPD RI-SP2D Online dan evaluasi Optimalisasi Penggunaan KKI/KKPD di Semarang, Jumat (11/9/2026).
Amazon menghentikan sementara operasi dengan 21 Air setelah pesawat kargo kecelakaan di Miami yang menewaskan lima orang.
Sebanyak 114 korban Kapal Virgo Transport 8 ditemukan, 108 selamat dan 6 meninggal. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
KK perlu diperbarui setelah menikah, cerai, kelahiran hingga perubahan data. Simak 8 kondisi, syarat, dan cara mengurusnya.
Gen Z mulai meninggalkan sapaan “halo” saat mengangkat telepon. Kebiasaan ini dipengaruhi komunikasi digital dan kekhawatiran penipuan AI.