Advertisement
Soal Gempa Darat di Papua, Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi. - Antara Foto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Gempa yang terjadi di Tenggara Sarmi, Papua pada Jumat siang (19/10/2018) diperkirakan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi BMKG memperkirakan berasosiasi dengan aktivitas Sesar yang berarah barat-timur di Pulau Papua, dan tidak menimbulkan tsunami karena pusat gempa bumi berada di darat.
Berikut ini penjelasan detail BMKG yang diterima Bisnis, jaringan Harianjogja.com, Jumat (19/10/2018) sore.
Advertisement
Bersama ini, kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempa bumi di Tenggara Sarmi, Provinsi Papua. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan Geo Forschungs Zentrum (GFZ) Potsdam, Jerman, dan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, sebagai berikut:
*I. Informasi Gempa Bumi*
Gempa bumi terjadi pada hari Jumat, 19 oktober 2018, pukul 12;55;11 WIB. Berdasarkan informasi BMKG,
pusat gempa bumi berada pada koordinat 2.66°LS dan 139.37°BT dengan magnitudo 5.7 SR pada kedalaman 85 km, pada jarak 28 km tenggara Sarmi, Papua.
Menurut GFZ Jerman, gempa bumi terjadi pada pukul 05;55;08 UTC, dengan koordinat 2,73 LS dan 139.14 BT dengan magnitudo 5.4 SR pada kedalaman 10 km.
BACA JUGA
*II. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi*
Kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan melanda wilayah yang tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen, batuan gunungapi, batuan beku dan batuan malihan. Goncangan gempa bumi akan terasa pada batuan endapan kuarter dan batuan tersier terlapukkan yang bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek goncangan, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi.
*III. Dampak gempa bumi*
Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan kerusakan bangunan dan korban jiwa. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami karena pusat gempa bumi berada di darat.
*IV. Penyebab gempa bumi*
Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas Sesar yang berarah barat-timur di Pulau Papua.
*V. Rekomendasi*
(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Absen Saat Salat Idulfitri, Yaqut Ternyata di Luar Rutan
- Prabowo dan Megawati Bahas Isu Geopolitik Global di Istana Jakarta
- Ingin Berlibur ke Solo tanpa Macet, Cek Jadwal KRL Minggu 22 Maret
- Catat bagi Warga Soloraya, Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Catat Lur, Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 22 Maret 2026
Advertisement
Advertisement








