Menlu Junior India Mundur Usai Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual

MJ Akbar mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menteri Luar Negeri Junior India setelah tersangkut kasus pelecehan seksual. - Ist/Reuters
18 Oktober 2018 14:37 WIB Annisa Margrit News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Setelah dituduh melakukan pelecehan seksual, seorang menteri di India mundur dari jabatannya.

Menteri Luar Negeri Junior India MJ Akbar akhirnya mengundurkan diri setelah banyak perempuan menudingnya melakukan pelecehan seksual. Tuduhan yang dilontarkan terhadapnya beragam, mulai dari penyerangan seksual hingga perilaku predator.

Dalam pernyataan resminya seperti dilansir dari BBC, Kamis (18/10/2018), dia mengungkapkan telah memutuskan untuk menghadapi berbagai tuduhan tersebut secara personal. Oleh karena itu, keputusan untuk mundur pun diambilnya.

Keputusan ini diambilnya seiring dengan makin besarnya tekanan terhadap Pemerintah India untuk mengambil tindakan atas tuduhan tersebut.

Tuduhan pertama terhadap Akbar disampaikan oleh jurnalis Priya Ramani, yang mengunggah ulang sebuah artikel bertajuk “To the Harvey Weinsteins of the world” yang dirilis Vogue India setahun lalu.

Artikel tersebut merupakan buah karyanya, yang di dalamnya turut menceritakan pengalaman pertamanya mengalami pelecehan di kantor.

Meski artikel itu tidak mencantumkan nama Akbar, tapi dia kemudian menyampaikan melalui Twitter bahwa tulisan tersebut adalah tentang sang menteri.

Sejak itu, ada beberapa perempuan lain yang mengaku mengalami hal yang sama dengan Ramani, yakni mendapat pelecehan seksual dari Akbar.

Sebelum mundur dari posisi menteri, Akbar telah mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Ramani. Akbar dikenal sebagai editor yang cukup dikenal di dunia surat kabar India, dengan pengalaman di berbagai surat kabar berbahasa Inggris seperti The Telegraph dan The Asian Age.

Adapun Harvey Weinstein adalah produser ternama Hollywood yang jatuh setelah sejumlah aktris dan model mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukannya. Para aktris dan model itu menerangkan mereka diancam tidak akan bisa lagi bekerja di Hollywood jika menolaknya.

Terungkapnya hal ini memicu gerakan #MeToo di seluruh dunia, yang mendorong korban pelecehan seksual--perempuan maupun laki-laki--untuk berani mengungkapkan pengalamannya.

Sumber : Bisnis.com