Advertisement

Pascagempa Donggala, Dubes Jepang Tegaskan Tak Ada Rencana Travel Warning

Newswire
Jum'at, 05 Oktober 2018 - 21:37 WIB
Kusnul Isti Qomah
Pascagempa Donggala, Dubes Jepang Tegaskan Tak Ada Rencana Travel Warning Ilustrasi penumpang boarding. - The Active Times

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii mengatakan bahwa pemerintahnya tidak berencana mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) bagi masyarakat Jepang yang hendak berkunjung ke Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Dubes Ishii usai bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir di kantor Kemenlu, Jakarta, Jumat (5/10/2018), terkait bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Advertisement

"Setahu saya tidak ada 'travel warning', maupun rencana untuk mengeluarkan peringatan tersebut," katanya.

Pihak Kedubes pun mengatakan memang tidak ada peringatan yang dikeluarkan bagi warga Jepang, baik di Jepang maupun yang berada di Indonesia. Informasi yang dikeluarkan hanya berupa pemberitahuan mengenai terjadinya gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah memang cukup besar, namun banyak area lain yang tidak terdampak. Kemarin juga ada gempa di Lombok, namun seperti yang kita ketahui, banyak area lain yang tetap aman dan kondusif," jelasnya.

Ada pun kunjungannya ke Kemenlu adalah untuk menemui Wamenlu AM Fachir dan menyampaikan bela sungkawa yang mendalam dari pemerintah dan masyarakat Jepang.

Pada kesempatan itu, dia juga melaporkan status bantuan dari Jepang untuk usaha penanganan bencana alam di Sulawesi Tengah.

Bantuan tersebut termasuk peminjaman satu unit persawat jenis Hercules C-130-H bersama dengan 51 orang personel Tim Penanggulangan Bencana Jepang (JDR) yang berasal dari unsur Unit Pasukan Bela Diri Jepang.

"Para personel serta satu unit pesawat tersebut telah tiba di Balikpapan [Kaltim] dan rencananya akan memulai operasi pengiriman barang bantuan dari Balikpapan ke Palu besok [Sabtu, 6/10/2018]," ujarnya.

Advertisement

Barang-barang bantuan itu, termasuk 500 unit tenda darurat, 20 unit alat pemurnian air, 20.000 flokulan (bahan kimia pengolah limbah), dan 80 unit genset yang disediakan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

Selain itu, pihak swasta Jepang juga turut memberikan bantuan melalui Jakarta Japan Club (JJC), perkumpulan sejumlah perusahaan Jepang yang beroperasi di Jakarta.

"Jumlah sumbangan yang terkumpul dari JJC telah mencapai lebih dari 5 milyar rupiah," katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pengajuan Penangguhan Penahanan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RSUD Wonosari Ditolak

Gunungkidul
| Rabu, 29 Juni 2022, 12:27 WIB

Advertisement

alt

Mau Numpang Mandi di Jogja dengan Fasilitas Hotel? Cobain Shower Locker!

Wisata
| Rabu, 29 Juni 2022, 11:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement