Prakiraan Cuaca BMKG Minggu, Hujan Ringan hingga Udara Kabur Melanda Sejumlah Kota
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah kota pada Minggu. Yogyakarta diprakirakan mengalami udara kabur.
Gajah di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN)./Ist-WWF Indonesia
Harianjogja.com, PEKANBARU-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan merevitalisasi 2.000 hektare lahan yang masuk dalam Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) sebagai bagian dari upaya pemulihan kawasan konservasi tersebut.
Kepala Balai TNTN Supartono kepada Antara di Pekanbaru, Minggu (23/9/2018) menjelaskan 2.000 hektare lahan yang akan direvitalisasi secara bertahap hingga tahun depan tersebut sebelumnya sempat dikuasai oleh masyarakat yang tinggal di dalam kawasan hutan lindung tersebut.
"Kita akan revitalisasi 2.000 hektare, lahan yang selama ini diklaim masyarakat," katanya.
Ia menuturkan revitalisasi berupa penanaman kembali atau reboisasi dengan tanaman hutan di lahan yang rusak tersebut dilakukan secara bertahap hingga 2019 mendatang.
Menurut dia, keberhasilan pemerintah dalam mengambil kembali 2.000 hektare lahan tersebut merupakan langkah penting, sebagai bagian dari upaya pemulihan TNTN menjadi kawasan konservasi sepenuhnya.
Lebih jauh, Supartono menjelaskan saat ini TNTN telah mendapat izin hutan desa dan hutan kemasyarakatan. Keberadaan izin tersebut juga sebagai bagian dari restorasi TNTN yang menjadi jalan panjang pemerintah melawan tumpang tindih lahan di TNTN.
"Sementara ada juga beberapa [izin hutan desa dan hutan kemasyarakatan] sedang diproses. Kita juga siapkan pendataan partisipatif," jelasnya.
TNTN saat ini menghadapi dilema besar. Kawasan hutan seluas 84.000 hektare itu dirambah dan disulap menjadi perkebunan sawit. Ribuan warga tinggal di kawasan TNTN, yang bahkan mereka telah mengklaim memiliki administratif desa meski tidak diakui pemerintah.
Wartawan Antara yang pada awal tahun ini berkesempatan memasuki desa-desa di TNTN menyaksikan langsung bagaimana ribuan warga desa hidup dan membangun desa mereka. Sekolah, rumah ibadah, pasar hingga pool bus telah berdiri di sana.
Belum ada data konkrit berapa sebenarnya jumlah warga yang mendiami TNTN. Namun, jumlah mereka diperkiraan mencapai lebih dari 6.000 jiwa.
Keberadaan warga yang mayoritas pendatang dari Provinsi Sumatera Utara itu datang secara bertahap, saat pemerintah tidak mampu menjaga kawasan itu secara tegas.
TNTN sendiri ditetapkan sebagai taman nasional pada 2004 dan 2009 silam dengan total luasan mencapai 81.000 hektare. Namun, TNTN semakin merana karena terus dirambah.
Direktur Yayasan TNTN, Yuliantoni menjelaskan saat ini hutan primer TNTN hanya berkisar 20.000 hektare, sementara sisanya dari total luasan 81.000 hektare disulap menjadi perkebunan sawit dan dalam kondisi rusak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah kota pada Minggu. Yogyakarta diprakirakan mengalami udara kabur.
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.