Advertisement
SBY Tinggalkan Deklarasi Pemilu Damai, Ini Pemicunya!
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhono menyampaikan pidato politiknya dalam acara HUT Ke-17 Partai Demokrat di Jakarta, Senin (17/9/2018). Acara itu menggagas tema "Utamakan Rakyat dan Bangun Politik Yang Beradab". - ANTARA/Rivan Awal Lingga
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono dikabarkan walk out dari hajatan Deklarasi Pemilu Damai di Monas Minggu (23/8) pagi tadi.
Dalam akun Twitter, Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menulis dalam kampanye damai saja sudah tidak tertib. Jelas KPU mengatakan bahwa atribut yang dipakai hanya dari pemberian KPU saja.
Advertisement
"Jelas, pesan yang ingin dibangun adalah equality. Semua dari titik 0. Tapi sejumlah sahabat kami di tempat lain justru berlebihan. KPU, bijaklah," tulis Hinca dalam akunnya.
Kabar walk out-nya SBY dari hajatan KPU itu diunggah oleh akun Redi Susilo. Dia menulis sebagai bentuk protes atas tdk tertibnya kampanye damai yang diselengarakan @KPU_RI disilang monas @SBYudhoyono memilih walk out dan balik kanan.
Seharusnya belum ada atribut dan simbol partai yang berlebihan kecuali yg telah disediakan KPU.
Protes juga diungkapkan Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.
Dia menulis Partai @PDemokrat menyatakan protes kepada KPU atas ketidaknyamanan Deklarasi damai pagi ini, dimana acara Parpol justru terganggu oleh hadirnya Relawan yang berteriak-teriak di samping kendaraan pak SBY.
"Atas peristiwa ini, SBY menyatakan protes. Kami nyatakan deklarasi damai gagal."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Seskab: Taksi Green SM Dievaluasi, Flyover Disiapkan
- Kereta Tak Bisa Berhenti Mendadak Pelajaran Mahal dari Tragedi Bekas
- RS Polri Buka Posko, Proses Identifikasi 14 Jenazah Tabrakan Kereta
- Simak Prosedur dan Batas Waktu Klaim Santunan Kecelakaan Kereta
- Belajar dari Tragedi Bekasi, Ini Aturan Wajib di Perlintasan Kereta
Advertisement
Residivis Curi Bilah Gamelan di UGM dan ISI, Dijual ke Rongsok
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- UGM Gelar CITIEA 2026, Sinergi Vokasi RI-Tiongkok
- Kronologi Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek, Korban Terjepit
- Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek, Ini Penjelasan PT KAI
- Satpol PP Jogja Ungkap Modus Rokok Ilegal Berkedok Cukai Asli
- Sri Purnomo Divonis 6 Tahun, Ajukan Banding
- Dugaan Pungli Lurah Kulonprogo Diselidiki, Bupati Turun Tangan
- Rocky Gerung Ngobrol dengan Prabowo di Istana, Bahas Etika
Advertisement
Advertisement








