Ribuan Umat Buddha Padati Borobudur untuk Indonesia Tipitaka Chanting
Sebanyak 2.045 umat Buddha mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Borobudur pada 24-26 Juli 2026.
Seorang polisi mengobrol dengan penggemar Keluarga Kerajaan Inggris di Windsor, Inggris, Kamis (17/5/2018). /Reuters- Phil Noble
Harianjogja.com, LONDON- Kerumunan orang-orang yang menantikan pernikahan kerajaan Pangeran Harry dan Meghan Markle berkerumun di depan Kastil Windsor, Sabtu (19/5/2018).
Mereka bersorak sorai ketika sang mempelai pria keluar kastil untuk menyapa mereka.
Cucu Ratu Elizabeth ini keluar ditemani Pangeran William, kaka dan juga pendampingnya di pernikahan. Mereka berbaur dengan para penggemarnya.
Seorang penggemar memberikan boneka beruang dalam pertemuan 10 menit itu, sebelum kakak beradik tersebut kembali ke kastil.
"Saya tidak bisa berkata-kata. Dia sangat menyenangkan. Saya tidak bisa percaya dia bersalaman dengan kami," kata Thelma Speed, 89, pada Reuters, seperti diterjemahkan oleh Antara.
Putrinya, Deborah Goodes, 89, yang menamakan salah satu putranya seperti nama sang pangeran juga tidak kalah terkagum-kagum.
"Saya sudah pernah melihatnya lewat televisi, tapi aslinya dia terlihat keren," katanya. "Saya mengerti kenapa Meghan menikahinya," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 2.045 umat Buddha mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Borobudur pada 24-26 Juli 2026.
Gempa magnitudo 4,7 mengguncang Pesisir Barat, Lampung, Sabtu dini hari. BMKG mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti informasi resmi.
BPOB meluncurkan Land & Legacy Jemparingan di Borobudur Highland sebagai wisata budaya berbasis wellness tourism yang melibatkan masyarakat lokal.
Jadwal SIM Keliling Sleman Kamis 23 Juli 2026 digelar di Sleman City Hall. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku di Sleman untuk memperkuat karakter anak, meningkatkan literasi, dan mencegah kenakalan remaja.
Akademisi UMY menilai fenomena bangku kosong SPMB 2026 dipicu faktor demografi dan mutu pendidikan, bukan sekadar popularitas sekolah.