Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar 2026 karena Situasi Timur Tengah
Yamaha menarik tim Monster Energy dan Prima Pramac dari MotoGP Qatar 2026 akibat situasi Timur Tengah. Empat pembalap dipastikan absen.
Ilustrasi gempa bumi./IST-Liputan6.com
Harianjogja.com, PATI- Gempa bumi melanda Kabupaten Pati dan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (3/5/2018) pagi. Gempa berkekuatan 4,3 skala richter (SR) dirasakan oleh sebagian warga.
Suroto, salah seorang warga Desa Kalikalong, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, mengungkapkan gempa dirasakan sekitar pukul 06.00 WIB.
Ia mengakui getarannya cukup kuat hingga membuat dirinya bersama anggota keluarganya keluar rumah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Hal serupa, lanjut dia, dilakukan oleh warga sekitar rumahnya juga keluar rumah untuk mengantisipasi ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada rumah mereka.
"Adanya gempa ini, nelayan biasanya tidak melaut sementara karena pengalaman sebelumnya diikuti dengan cuaca buruk di lautan," ujar Suroto yang juga Koordinator Nelayan Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati.
Nelayan yang sudah telanjur melaut, katanya, sudah pulang dengan selamat.
Hingga kini, lanjut dia, dirinya belum mendapatkan informasi adanya kerusakan akibat gempa tersebut, karena saat terjadi gempa juga tidak ada barang-barang yang sampai terjatuh atau roboh.
Berdasarkan analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi dengan kekuatan 4,3 SR dengan episenter yang terletak pada koordinat 6.42 LS dan 111.07 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 36,6 kilometer arah utara Kota Pati pada kedalaman 12 km tidak sampai dirasakan warga yang berada di Kecamatan Juwana, Pati dan sekitarnya.
Munir, salah seorang warga Juwana mengakui tidak merasakan adanya getaran gempa.
"Saya juga tidak mendengar adanya informasi gempa di wilayah Juwana dan sekitarnya," ujarnya.
Hal serupa juga diungkapkan Efendi warga Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati Kota mengaku tidak merasakan adanya getaran gempa antara pukul 05.30 WIB hingga pukul 06.00 WIB.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdianto menambahkan getaran gempa yang pusatnya berada di laut pada jarak 36,6 kilometer arah utara Kota Pati pada kedalaman 12 km tidak sampai hingga Kecamatan Juwana, Pati, terasa hingga wilayah Jepara.
Di antaranya, mulai dari Kecamatan Donorojo, Keling, Kembang, Mlonggo, Bangsri hingga Jepara Kota juga merasakan getaran gempa bumi tersebut.
"Saya sendiri saat berada di Kota Jepara juga merasakan getarannya, meskipun tidak kuat," ujarnya.
Atas peristiwa tersebut, lanjut dia, BPBD Jepara sudah berkoordinasi dengan masing-masing kecamatan yang terdampak gempa untuk melakukan pengecekan melalui kepala desa masing-masing apakah ada kerusakan yang ditimbulkan.
Hingga kini, kata dia, belum ada laporan adanya kerusakan yang ditimbulkan setelah adanya gempa bumi berkekuatan 4,3 SR tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yamaha menarik tim Monster Energy dan Prima Pramac dari MotoGP Qatar 2026 akibat situasi Timur Tengah. Empat pembalap dipastikan absen.
Kunjungan wisata Sleman mencapai 7,1 juta orang hingga September 2026. Dinpar memproyeksikan PAD bisa melampaui target Rp403,5 miliar.
IAGI menggelar PIT ke-55 dan GEOSEA XIX di Jogja pada 2–5 November 2026, membahas sumber daya geologi, mitigasi bencana, dan geoheritage.
BPS mencatat inflasi tahunan 3,23% pada Oktober 2026. Harga bensin, tiket pesawat, dan sejumlah bahan pangan menjadi pendorongnya.
Lando Norris memuji Kimi Antonelli yang merebut gelar juara dunia F1 2026 pada usia 20 tahun, sekaligus memecahkan rekor Sebastian Vettel.
DPUPKP Sleman membagi tim pemeliharaan drainase di wilayah barat dan timur untuk menjaga saluran tetap berfungsi selama musim hujan.