Advertisement
Indonesia akan Bangun Paviliun di Hong Kong
Menlu Retno Marsudi usai mengjadiri peringatan Hari Kartini di Kimpleks Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (21/4/2018). - Ist/Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah Indonesia akan membangun paviliun di Hong Kong dan meminta pihak Hong Kong membantu agar rencana itu dapat segera terwujud.
Menlu Retno Marsudi menyebutkan paviliun tersebut sebagai tempat untuk melakukan pameran secara permanen semua potensi ekonomi Indonesia di wilayah tersebut.
Advertisement
"Tadi juga dibahas mengenai rencana untuk membuka paviliun Indonesia di Hong Kong untuk melakukan pameran secara permanen semua potensi ekonomi Indonesia," kata Menlu Retno Marsudi ketika menjelaskan materi pembicaraan pertemuan Presiden Jokowi dengan Kepala Eksekutif Wilayah Khusus Administrif Hong Kong, Carrie Lam di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (25/4/2018).
Menlu menyebutkan, Pemerintah Indonesia meminta pihak Hong Kong membantu agar rencana itu dapat segera terwujud.
BACA JUGA
"Mudah-mudahan sebelum akhir 2018 sudah dapat dibuka Paviliun Indonesia di Hong Kong," katanya.
Mengenai kunjungan Carrie Lam, Menlu menjelaskan kunjungan itu merupakan kunjungan tunggal. "Jadi hanya berkunjung ke Jakarta, tiba kemarin dan besok kembali," jelasnya.
Menurut dia, kunjungan itu merupakan kunjungan balasan dari kunjungan Presiden Jokowi ke Hong Kong pada Mei 2015.
"Intinya adalah karena kita bicara dengan Hong Kong maka pembicaraan adalah mengenai masalah ekonomi baik bidang perdagangan investasi dan bidang pariwisata," katanya.
Ia menyebutkan angka perdagangan kedua belah pihak dari waktu ke waktu terus menunjukkan kenaikan. Tahun 2017 angka perdagangan Indonesia dengan Hong Kong meningkat sebesar 8 persen.
"Investasi Hong Kong juga memiliki posisi yang sama penting, Hong Kong merupakan investor keempat terbesar di Indonesia," katanya.
Menurut dia, dalam pertemuan itu Presiden Jokowi menyampaikan materi mengenai iklim investasi di Indonesia yang sudah lebih baik sehingga diharapkan investasi Hong Kong akan semakin bertambah.
Retno menyebutkan saat ini di Hong Kong ada sekitar 170.000 WNI. Dari jumlah itu, 160.000 di antaranya adalah tenaga kerja Indonesia (TKI).
"Presiden menitipkan keberadaan TKI ini dan selama ini telah mendapat perlindungan yang baik," katanya.
Menurut Menlu, Carrie Lam mengatakan bahwa sebagai kawasan patuh hukum merupakan kewajiban untuk melindungi tenaga kerja asing yang ada di Hong Kong termasuk TKI.
"Jumlah tenaga kerja Indonesia di Hong Kong merupakan kedua terbesar setelah dari Filipina," kata Menlu.
Ia menyebutkan pertemuan itu juga membahas program pertukaran pelajar dan mahasiswa antara Hong Kong dan Indonesia.
"Ada pelajar atau mahasiswa Indonesia belajar di sana dengan bea siswa dari pihak Hong Kong, demikian juga sebaliknya," kata Menlu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
Advertisement
Dari Sawah ke Tanah Suci, Kisah Mardijiyono Menjemput Haji di Usia 103
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
Advertisement
Advertisement






