6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Facebook/Reuters-Dado Ruvic
Harianjogja.com, JAKARTA- Facebook mengakui adanya kebocoran data lebih dari satu juta pengguna akun media sosial ini di Indonesia.
Kepala Kebijakan Publik Facebook untuk Indonesia Ruben Hattari mengatakan pihaknya meminta maaf terkait kebocoran data satu juta pengguna salah satu penyelenggara sistem elektronik (PSE) tersebut di Indonesia.
"Kejadian ini adalah bentuk pelanggaran kepercayaan dan kegagalan kami untuk melindungi data pengguna, kami mohon maaf atas kejadian tersebut," kata Ruben dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (17/4/2018).
Dia menjelaskan kejadian kebocoran data tersebut disebabkan adanya sebuah aplikasi bernama "thisisyourdigitallife" yang dikembangkan akademisi di Cambridge University yaitu DR. Alexander Kogan dan menggunakan fitur Facebook Login yang tersedia secara umum.
Menurut Ruben, Facebook Login, memungkinkan pengembang aplikasi pihak ketiga untuk meminta persetujuan dari pengguna aplikasi Facebook agar aplikasi mereka bisa mengakses kategori data tertentu yang dibagikan pengguna tersebut dengan teman Facebook mereka.
"Facebook, di mana kami dengan tegas melarang penggunaan dan pengiriman data yang dikumpulkan menggunakan cara ini untuk tujuan lain," ujarnya.
Dia menjelaskan setelah Dr. Kogan mendapatkan data pengguna Facebook, data tersebut kemudian diberikan ke Cambridge Analytica dan pihaknya tidak memberikan izin atau menyetujui pemindahan data tersebut dan dianggap telah melakukan pelanggaran kebijakan platform Facebook.
Menurut dia, berdasarkan penelitian Facebook dari laporan media, pada Desember 2015 pihaknya menangguhkan akses aplikasi tersebut yang menggunakan Facebook Login.
"Kami juga menuntut Dr. Kogan serta perusahaannya saat itu Global Science Research Limited dan entitas lainnya yang sudah dikonfirmasi bahwa mereka telah menyerahkan data yang terkumpul melalui aplikasi ke entitas tersebut untuk memberikan penjelasan dan segera menghapus semua data tersebut," katanya.
Ruben menegaskan bahwa Facebook tidak pernah menyetujui penggunaan data oleh Cambridge Analytica yang diperoleh dari aplikasi Dr. Kogan dan kedua bertindak sebagai pengendali data pihak ketiga yang independen dan menentukan tujuan serta cara memproses data yang diperolehnya.
Dia mengatakan kedepannya agar kasus tersebut tidak terjadi lagi, Facebook sedang menginvestigasi semua aplikasi yang pernah mendapatkan akses atas informasi dalam jumlah besar.
"Jika ada dari mereka menyalahgunakan data pengguna, kami akan memblokir dari Facebook dan memberitahu semua orang yang terkena dampak," ujarnya.
Dia juga menekankan bahwa Facebook memastikan agar para pengembang tidak dapat mengakses banyak informasi. Budi Suyanto
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.