Advertisement
BUNUH DIRI GUNUNGKIDUL : Sumadi Mengancam Loncat dari Atas Pohon Kelapa
Advertisement
Bunuh diri Gunungkidul coba dilakukan seorang warga dengan memanjat pohon kelapa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Aksi percobaan bunuh diri dilakukan Sumadi,45, warga Dusun Boyo, Desa Ngalang, Gedangsari dengan memanjat pohon kelapa di belakang rumah, Kamis (20/8/2015). Diduga aksi nekat itu dilakukan karena adanya permasalahan keluarga.
Advertisement
Warga desa pun sempat meminta bantuan ke petugas Polsek Gedangsari dan Tim Rescue dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Setelah bertahan selama sembilan jam dan atas bujukan anaknya, Saniyo akhirnya pelaku mau turun dari pohon setingg 15 meter itu.
Informasi yang dihimpun Harian Jogja, kemarin, aksi nekat itu dilakukan karena masalah keluarga. Kejadian ini pertama kali diketahui Poniyem, yang tak lain adalah istri Sumadi sendiri. Kamis pagi sekitar pukul 05.30 WIB, ibu dua anak ini berusaha mencari suaminya yang menghilang setelah menunaikan Salat Shubuh.
Usaha tersebut membuahkan hasil, saat Poniyem mencari ke belakang rumah. Tepatnya di bawah pohon kelapa, ia menemukan sepasang sandal milik suaminya itu, saat melihat ke atas dia menemukan Sukadi sedang melamun di atas pohon.
“Saya langsung berteriak dan memintanya untuk turun tapi tidak dihiraukan. Saya juga sudah menyuruh anak saya [Saniyo] untuk ikut membujuk,” kata Poniyem kepada wartawan, kemarin.
Berhubung bujukannya tak membuahkan hasil, Poniyem pun meminta bantuan para tetangga untuk membujuk Sumadi agar turun. Namun usaha tersebut urung membuahkan hasil, hingga pukul 10.00 WIB, Sumadi masih di atas pohon.
“Anaknya sendiri sempat memanjat separo, tapi usaha tersebut juga tidak membuahkan hasil. Warga pun tidak berani memanjat, karena Sumadi mengancam akan loncat jika ada yang ingin ikut naik,” kata Kepala Bagian Pemerintahan Desa Ngalang, Suharyanta, kemarin.
Dia menjelaskan, jelang tengah hari, pihak kepolisian akhirnya meminta bantuan dari Tim Rescue BPBD. Petugas rescue pun datang dengan membawa peralatan lengkap untuk mengevakuasi Sumadi.
Sebelum porses evakuasi dilakukan, sekitar pukul 14.00 WIB, Sumadi akhirnya mau turun. “Sumadi mau turun setelah dibujuk untuk ke dua kalinya oleh Saniyo. Dia sempat mengancam akan nekat naik ke atas jika ayahnya itu tidak mau turun,” ungkap Suharyanta.
Sesampai di bawah, Sumadi langsung dibawa masuk ke rumah untuk diajak bicara. Dalam pembicaraan itu, pelaku diminta tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
Advertisement
Tocantins Mengamuk di Maguwoharjo, PSS Sleman Pesta Gol Tanpa Ampun
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement




