Advertisement
KAMPUS JOGJA : 2 Mahasiswa UGM Ikuti Student World Forum 2015
Advertisement
Kampus Jogja, UGM mengirimkan dua mahasiswa dalam Student World Forum 2015.
Harianjogja.com, SLEMAN-Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Dyah Savitri Pritadrajati (Ilmu Ekonomi) dan Laisa’ Pamidhi Widita (Ilmu Hubungan Internasional) mengikuti Student World Forum 2015 yang berlangsung pada 19-24 April 2015 lalu di University of Strasbourg, Prancis dan University of Freiburg, Jerman.
Advertisement
Student World Forum merupakan konferensi perwakilan mahasiswa dari perguruan tinggi anggota Academic Consortium 21 for the 21st Century (AC21) yang berasal dari 11 negara untuk mendorong pertukaran ide mengenai isu-isu global, membangun persahabatan internasional dan memperkuat jaringan AC21.Forum diikuti 38 mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, Cina, Indonesia, Jerman, Jepang, Laos, Prancis, Selandia Baru, dan Thailand.
“UGM sendiri merupakan satu-satunya universitas Indonesia yang terlibat dalam konsorsium ini,”kata Dyah, seperti rilis yang Harianjogja.com, terima belum lama ini.
Ajang yang diselenggarakan tiap dua tahun ini mengusung tema The European Experience in Local and Regional Democracy. Dalam kegiatan kali ini para peserta mengikuti plenary sessions dan workshop bersama high level speakers, mempelajari sustainable urban development di Freiburg. Selain itu juga berkesempatan mengunjungi institusi-institusi Eropa di Strasbourg, di antaranya European Parliament dan Council of Europe dan terlibat dalam berbagai acara kultural. Selanjutnya di akhir forum, para peserta mempresentasikan hasil workshop mengenai cross-border project management dan cross-border clusters and business cooperation secara berkelompok.
“Semangat international cooperation patut diaplikasikan di Indonesia, terutama di tingkat daerah karena aplikasinya masih sangat minim,”ujarnya.
Ia mencontohkan suatu kota atau kabupaten dengan otonomi yang dimilikinya dapat membangun kerjasama dengan kota di negara lain, seperti melalui program sister city. Di sejumlah kota atau kabupaten di Indonesia telah mengimplementasikan hal tersebut, namun menurutnya ruang untuk pengembangannya masih sangat terbuka luas.
“Aplikasi cross-border project and business cooperation yang ada di Eropa sudah sangat maju dan kehadirannya sangat menguntungkan anggota-anggotanya. Kendati begitu aplikasi program yang ada di Eropa tidak bisa serta merta diimplementasikan ke Indonesia karena perlu menyesuaikan kembali dengan keunikan dan keanekaragaman budaya yang ada,”paparnya.
Sementara Laisa’ Pamidhi Widita menambahkan kegiatan Student World Forum 2015 telah memberikan pengetahuan mendalam mengenai pentingnya kerjasama cross-border oleh otoritas lokal dan regional di Eropa bagi penegakan demokrasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kontinen lainnya. Di samping itu, forum ini juga sangat positif karena membuka jalinan persahabatan dengan para peserta lainnya yang memiliki latar belakang studi dan budaya yang berbeda-beda. Menurutnya dari kegiatan ini memberikan inspirasi bagi para pemimpin muda untuk meningkatkan kerjasama atau kooperasi internasional yang menguntungkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ayatollah Khamenei Dikabarkan Meninggal dalam Serangan AS-Israel
- Perang AS-Israel vs Iran, 58 Ribu Jemaah Umrah RI Masih di Arab Saudi
- IRGC Klaim Selat Hormuz Ditutup Usai Serangan AS-Israel
- IRGC: Rudal Iran Hantam Pangkalan AS dan Israel
- Dampak Serangan AS-Israel, Korban Pelajar di Iran Tewas Capai 85 Orang
Advertisement
Jadwal DAMRI Bandara YIA Jogja 1 Maret 2026, Tarif Rp80.000
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu: Waspada Hujan Lebat di Jawa dan Bali
- Harga Emas 28 Februari 2026 Stabil, Cek Galeri24 dan UBS
- KPK Panggil Produsen Rokok di Kasus Bea Cukai
- Jadwal MotoGP Thailand 2026: Marquez Difavoritkan di Buriram
- DIY Siapkan Raperda Museum, Pulangkan Arsip Sejarah dari Luar Negeri
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 28 Februari 2026
- THR Gubernur Jateng 2026 Rp8 Juta, Total ASN Rp380 Miliar
Advertisement
Advertisement




