Advertisement
UN 2015 : Laporkan Kebocoran UN, Siswa SMA 3 Jogja Dapat Pin Kehormatan KPK
Advertisement
UN 2015 yang dilaporkan ada kebocoran oleh siswa SMA 3 Jogja, ditindaklanjuti oleh KPK dengan memberi pin kehormatan pada pelapor
Harianjogja.com, JOGJA - Lima siswa SMA 3 Jogja mendapat tanda mata pin dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI atas keberanian bersikap jujur menemukan kebocoran soal ujian nasional (UN) beberapa waktu lalu.
Advertisement
KPK berpesan bibit kejujuran harus terus ditanamkan pada para pelajar sebagai bentuk pendidikan dini memberantas tindak korupsi.
Pemberian pin kehormatan KPK diberikan dan Direktorat Pendidikan Divisi Pencegahan KPK Paulina Arifin secara mendadak. Pihak sekolah cukup terkejut kedatangan KPK yang baru diketahui sehari sebelum mendatangi sekolah disebelah utara stadion Kridosono tersebut.
Tidak banyak disampaikan Paulina Arifin selain hanya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada lima siswa yang sudah menunjukkan keberanian bersikap atas beredarnya lembar jawaban soal UN yang bocor.
"Tidak banyak orang jujur berani bicara. Dan anak-anak ini ternyata berani jujur dan mengambil sikap," katanya usai bertemu lima siswa dan beberapa guru SMA 3 Jogja, Rabu (22/4/2015).
Menurutnya, pendidikan melandasi berbagai pembentukan karakter manusia khususnya para pelajar sebagai tiang bangsa. Nilai kejujuran yang sudah dilakukan pelajar dalam mengungkap kasus kebocoran soal layak mendapatkan apresiasi semua pihak.
"Pendidikan mutlak harus membentuk kejujuran. Apa yang sudah dilakukan siswa disini harus berani diteladani seluruh pelajar Indonesia karena kejujuran menentukan masa depan bangsa," imbuhnya.
Paulina juga menyempatkan bertemu dengan lima siswa SMA 3 Jogja untuk mendapatkan kronologi ditemukannya kebocoran soal UN lalu. Ia juga memberikan motivasi dan pemahaman soal pemberantasan tindak korupsi.
Ada lima siswa yang menerima pin KPK secara simbolis disematkan di hadapan puluhan wartawan dari berbagai media yakni mantan ketua OSIS Inria Azahra, Dava, Kholid, Dzar dan Sakif Tsaqif Wismadi yakni salah satu siswa yang mengirimkan email ke UGM dan meminta agar hasil UN tidak menjadi penilaian mahasiswa baru karena kebocoran soal tersebut.
Selain, kelima siswa, pin KPK juga diberikan kepala sekolah SMA 3 Jogja, Dwi Rini Wulandari dan kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Edy Heri Swasana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Bawa Tikar Sendiri di Pantai Krakal Diminta Bayar, Ini Kata Pemkab
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement




