SNMPTN 2015 : Simak Aturan Terbaru Ini!

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoSebanyak 426 kepala sekolah atau perwakilan sekolah dari berbagai sekolah tingkat SMA/MA/SMK/MAK di DI. Yogyakarta mengikuti sosialisasi Proses Pendaftaran Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruana Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015 di gedung Grha Sabha Pramana, UGM Yogyakarta, Selasa (27/01 - 2015). Kebijakan SNMPTN 2015 tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. Jadual SNMPTN dimuali dengan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pda 22 Januari/8 Maret 2015, sementara pendaftaran
28 Januari 2015 11:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati News Share :

SNMPTN 2015 memiliki sejumlah aturan baru.

Harianjogja.com, JOGJA-Direktur Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Peni Wastutiningsih mengatakan ada sejumlah perubahan prosedur pendaftaran Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2015. Perubahan tahun ini juga terletak pada layanan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDDS).

Peni menuturkan PDDS tahun ini tidak sesulit tahun kemarin. Tahun ini dirasa sederhana karena tanpa memasukkan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), sekolah dapat mendaftarkan siswanya dalam SNMPTN.

“Sekarang pilih dulu provinsi, kabupaten, lalu sekolah dan baru memasukkan NPSN untuk log in. Tapi kalau dulu harus log in baru daftar,” kata Peni saat jumpa pers usai memberikan sosialisasi SNMPTN kepada kepala sekolah se-DIY di Grha Sabha Pramana, Selasa (27/1/2015).

Untuk SNMPTN 2015 ini, UGM akan menampung 50% dari 6722 total penerimaan, yakni 3361 kursi. Sedangkan UNY menampung 2192 dari total 5125. Sementara itu, UIN Sunan Kali Jaga yang awalnya akan menerima setengah dari 3727 harus melakukan revisi.

“Kami belum bisa menyebutkan daya tampungnya karena ada revisi program studi khusus, seperti agama tidak masuk dalam kriteria SNMPTN. Dari total 41 jurusan nanti akan berkurang karena kriteria yang diberlakukan itu,” kata Casmini selaku Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga.

Ia menambahkan, UIN akan menampung mahasiswa difabel sejumlah 15 orang melalui jalur Reguler Khusus Difabel. Nantinya, mereka yang diterima akan diarahkan pada jurusan tertentu yang tidak membahayakan dirinya.

“Misal tidak disarankan masuk jurusan kimia karena berbahaya. Kami akan memberikan pendampingan hingga pada pelaksanaan kuliahnya,” jelas Casmini.

Sekedar info, sosialisasi SNMPTN 2015 diikuti 426 kepala sekolah se-DIY. Tahun ini, jumlah PTN yang melakukan sosialiasi bertambah satu yaitu UPN Veteran karena PTN tersebut ikut menyelenggarakan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SMBPTN) sedangkan jalur SNMPTN baru dimulai tahun 2016 mendatang.