SEKOLAH RUSAK : Rangka Atap Koperasi SMKN 1 Nanggulan Ambrol

MALANG, 2/6 - SEKOLAH RUSAK. Mujianto (33) mengajari siswanya di sebuiah ruang kelas yang atapnya hampir roboh di MI Istiqomah, desa Sumbersuko, Tajinan, Malang, Jawa Timur, Selasa (2/6). Sudah dua tahun sebanyak 135 siswa di 6 kelas lokal di sekolah tersebut menjalani proses belajar mengajar di ruangan rusak. Foto ANTARA/Ari Bowo Sucipto/Koz/mes - 09.
13 Januari 2015 18:20 WIB News Share :

Sekolah rusak terjadi di Kulonprogo, tepatnya rangka atap Koperasi SMKN 1 Nanggulan.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Rangka atap dalam bangunan koperasi siswa SMKN 1 Nanggulan ambrol. Kuda-kuda penyangga terlepas dan jatuh ke bawah hingga menimpa salah satu etalase koperasi siswa. Beruntung tidak ada siswa yang berada di dalam ruangan seluas 8x10 meter persegi saat kejadian sehingga tidak menimbulkan korban.

Bangunan yang terletak di sisi utara gedung utama SMKN 1 Nanggulan tersebut dibangun dan diresmikan pada 2012 dengan anggaran Rp110 juta. Akibat dari peristiwa tersebut, kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. Saat ini, beberapa bilah bambu terpasang di dalam ruangan untuk menyangga atap sementara waktu, sampai bangunan tersebut diperbaiki.

Kepala SMKN 1 Nanggulan Rumawal memaparkan kejadian tersebut bermula pada Sabtu (10/1/2015) sekitar pukul 15.30 WIB. Ketika itu, sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah dan para guru sedang bersiap untuk pulang.

“Tiba-tiba terdengar bunyi benda keras jatuh,” ujarnya, Senin (12/1/2015).

Semula, para guru mengira asal bunyi tersebut berasal dari bengkel praktikum yang berada di sisi timur. Namun, setelah dilakukan pengecekan justru rangka atap bagian dalam koperasi siswa ambrol. Evakuasi untuk memindahkan barang dilakukan saat itu juga dan baru selesai pada pukul 22.00 WIB. Untuk sementara waktu, kegiatan jual beli di koperasi siswa dilakukan di teras gedung utama.

Kemungkinan besar, nilainya, rangka atap ambrol karena terkena rembesan air dari pinggir atap luar. Pasalnya, terdapat genangan air pada atap luar yang merembes ke dalam. Diakuinya, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kulonprogo dan akan ditindaklanjuti pada tahun ini juga.

Ketua Komite Sekolah Wiyono meragukan kualitas pembangunan koperasi sekolah. “Ini baru dua tahun kok sudah rusak,” ungkapnya. Ia berharap, perbaikan segera dilakukan sehingga tidak mengganggu aktivitas siswa di sekolah.

Sekretaris Komisi III DPRD Kulonprogo Sarkowi mengatakan kejadian ini harus segera ditindaklanjuti dan tidak perlu menyalahkan pihak manapun. Sebab, bangunan ini juga sudah berdiri dua tahun dan masa pengawasan sudah habis.

“Yang paling penting sudah dikoordinasikan ke dinas terkait,” tandasnya.