Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Dwikorita Karnawati (www.ugm.ac.id)
Harianjogja.com, SLEMAN-Saat dilantik sebagai Rektor baru Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwikorita Karnawati memaparkan sejumlah visi misi selama menjalankan tongkat estafet kepemimpinan di kampus tersebut. Apa saja itu.
Dalam sambutan pelantikan sebagai rektor pengganti, Dwikorita menyadari tantangan besar sudah menanti dirinya untuk meneruskan tugas-tugas Pratikno yang harus mundur karena menjabnat Menteri Sekretaris Negara.
Tantangan secara nasional yang jelas sudah terlihat adalah adanya perubahan bentuk Kementerian Pendidikan menjadi Kemeterian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
Disamping itu, Dwikorita membeberkan peningkatan daya saing civitas akademika menjadi konsep yang akan dia laksanakan untuk meneruskan kerangka kerja yang sudah dirintis Pratikno selama ini.
"Yang jelas saya ingin mengupayakan produk-produk penelitin kita jangan hanya cuma menjadi buku tapi harus bisa diterapkan di industri guna mendukung kebijaksanaan pemerintah," paparnya.
Dia juga akan mengubah konsep penelitian seperti yang selama ini belum tergali secara optimal. Ke depan, penelitian-penelitian harus dilakukan bersumber dari harapan publik. Peneliti tidak diperkenankan asal melakukan penelitian sesukanya saja.
"Sehingga penelitian tidak berdasar ego yang asal-asalan tapi atas kepentingan publik. Kami ingin mengubah budaya itu. Penelitian pun harus dikonsep dengan maping yang benar-benar dipersiapkan serius sehingga manfaatnya kepada publik jelas," terangnya.
Selanjutnya eks Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni itu berkomitmen untuk menegakkan nilai-nilai inovatif dan berakar kuat pada keragaman bangsa.
"Kami ajak pihak-pihak di sini untuk bersama dalam mengemban tridharma sehingga ciri UGM sebagai universitas berkebangsaan tetap terpelihara dengan baik," jelas wanita kelahiran Jogja, 6 Juni 1963 itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.