Kasus Penyadapan Ponsel Presiden Prabowo, Siapa Mengendalikan Perintah? Ini Kata Pakar
Dugaan penyadapan ponsel Prabowo disorot Yudi Prayudi. Pengawasan kewenangan pejabat dan fasilitas penyadapan Polri menjadi perhatian.
Harianjogja.com, SLEMAN—Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, yakin peneror yang menembak mobilnya akan segera terungkap.
Mobil Toyota Harrier bernomor polisi AB 264 AR milik Amien yang diparkir di teras rumahnya di Pandeansari Blok II/4, Condongcatur, Depok, Sleman, ditembak orang tak dikenal, Kamis (6/7/2014) dini hari.
Sehari setelah penembakan, Amien Rais masih menjalankan aktivitas seperti biasa. Ia menunaikan salat Jumat di Masjid PAUD Budi
Mulia yang berada di depan rumahnya. Meski menerima teror, Amien tidak berniat memasang CCTV di sekitar rumahnya. Kepada
wartawan, dia yakin peneror akan segera tertangkap.
“Sudah hampir selesai kok. Jadi begini, saya yakin polisi sudah sangat canggih, insya Allah sudah akan ketemu, saya tidak
mendahului takdir Allah. Rasa-rasanya teror besar saja tertangkap apalagi masalah kecil, supaya segera ketemu agar teka teki ini
siapa, motivasi apa bisa terkuak,” ungkap Amien sembari memasuki halaman rumahnya, Jumat (7/11/2014).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dugaan penyadapan ponsel Prabowo disorot Yudi Prayudi. Pengawasan kewenangan pejabat dan fasilitas penyadapan Polri menjadi perhatian.
Yusril mempersilakan Komnas HAM menyelidiki bentrokan di Pidie, Aceh, yang mengakibatkan satu warga meninggal dan 13 orang luka-luka.
Pelatih PSIM Risto Vidakovic menilai penalti untuk Dewa United terlalu berlebihan setelah timnya kalah 1-2 di Stadion Sultan Agung.
Reses III DPRD Bantul 2026 mendorong penguatan sarana pendidikan melalui bantuan komputer dan buku untuk meningkatkan fasilitas perpustakaan serta literasi
TNI mengerahkan dua helikopter untuk patroli udara memantau pergerakan TPNPB-OPM di Intan Jaya, Papua Tengah, sekaligus mengunjungi pos pasukan.
Polisi membongkar sindikat pemalsuan tinta Epson di Jakarta setelah investigasi 18 bulan. Lebih dari 20 orang dibawa untuk dimintai keterangan.