Advertisement
Penyandang Tuna Grahita Berhak Mencoblos
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Belasan siswa tuna grahita dan down syndrom mengikuti sosialisasi pemilihan umum (Pemilu) 2014 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Jogjakarta (SLB N 2 Jogja), Sabtu (22/3/2014).
Antusias dan raut ceria terpancar dari wajah mereka ketika mengikuti arahan dari Sri Surani, Kepala Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Humas KPU Kota Jogja.
Advertisement
Tatap mata mereka fokus memandangi Rani, sapaan Sri Surani, yang memberikan pemahaman kepada mereka mengenai Pemilu 2014.
“Sembilan April nanti, sekolah libur. Adik-adik akan mendapatkan undangan untuk mencoblos. Nanti mencoblosnya di TPS [tempat pemungutan suara]. Boleh bareng bapak, ibu. Tapi, jangan beritahu orangtua pilihannya, itu rahasia ya,” tutur Rani di hadapan peserta yang beberapa di antaranya didampingi orangtua mereka.
Guru sekaligus Humas SLB N 2 Jogja, Kusmiyati, menimpali, “Kalian sudah besar, bisa pilih yang kalian suka. Yang jelas, orangtua nanti enggak boleh dikasih tahu pilihannya. Itu rahasia kalian,”ujarnya. “Oke,” seru para siswa mengiyakan.
Rani mengimbau kepada orangtua yang hadir untuk mendampingi dan memberikan arahan kepada putra-putri mereka agar memilih wakil rakyat yang bisa mendukung kemajuan bagi kaum disabilitas.
Selanjutnya, ia juga memaparkan mengenai pentingnya peranan orangtua dalam membimbing anak-anak mereka, meskipun mereka difabel, namun mereka adalah warga negara Indonesia, memiliki hak yang sama dalam pemilu 2014, April mendatang.
Tak kalah penting, Rani mengungkapkan, tak ada perbedaan kertas suara bagi pemilih tuna grahita dan normal. Yang membedakan hanyalah kebutuhan atas pendampingan.
Tak henti-hentinya Rani menyerukan bahwa pilihan mereka dijamin kerahasiaannya, sama seperti pemilih lain. “Pokoknya, kalau nanti ada yang membocorkan pilihan adik-adik, mereka akan diberikan hukuman,” ujar Rani.
Saat ditemui Harianjogja.com, beberapa siswa SLB N 2 Jogja mengaku sudah memiliki pilihan untuk dicoblos, termasuk bersama siapa mereka akan ke TPS. Contohnya Ayu, panggilan Rahayu Safrida Anggraini.
“Sudah ada, tapi nanti nyoblos sama ibu, soalnya masih bingung,” ujar siswi yang mengaku baru bisa sedikit membaca itu.
“Tapi nanti, kalau ada gambar partainya, dicoblos, cuss,” ujarnya sambil menirukan gaya mencoblos.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
Advertisement
Tocantins Mengamuk di Maguwoharjo, PSS Sleman Pesta Gol Tanpa Ampun
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Harga Pangan Global Naik Lagi, FAO Soroti Dampak Konflik Timur Tengah
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement




