Advertisement
Perguruan Tinggi dan Program Studi Wajib Terakreditasi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) yang juga Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Edy Suandi Hamid mengatakan, peningkatan kualitas pengelolaan dan manajemen di masing-masing Perguruan Tinggi Swasta (PTS) perlu dilakukan.
Edy mengatakan, UU No.12/2012 tentang Perguruan Tinggi (PT) mengamanatkan agar masing-masing PT mampu mengelola lembaga dengan baik.
Advertisement
Pengelolaan pendidikan tinggi sesuai prinsip good university governance, salah satu tujuannya agar PTS mampu beroperasi secara sehat, mandiri dan siap menghadapi persaingan dengan PTS asing.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah, sambung Edy, pada Agustus 2014 mendatang semua PT diwajibkan terakreditasi baik program studi maupun institusinya.
“Pemberlakuan regulasi itu, akan berdampak pada keberadaan PTS di Indonesia. Apakah mereka mampu bersaing dengan PT asing yang akan masuk ke Indonesia? Oleh karenanya, pengelolaan PTS harus diperkuat,” ungkap Edy, Kamis (10/10/2013).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ruang Menteri Ikut Digeledah, Dody Mengaku Tak Tahu Kasusnya
- Pesawat Militer AS Lepas Landas dari Tel Aviv di Tengah Negosiasi Iran
- Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
- Poin Taklimat Prabowo : Soroti Krisis Global, Pertahankan BBM Subsidi
- KY Buka Seleksi Hakim Agung 2026, Ini Formasinya
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Menkeu Target Tambah Lapisan Cukai Rokok Mulai Mei 2026
- Indonesia ke Final AFF Futsal 2026 usai Tekuk Vietnam 3-2
- Ditekan AS, Presiden Kuba Tegas Tak Akan Mundur
- Galaxy A37 5G Hadir, Andalan Gen Z untuk Ngonten
- Yusril: Kasus Andrie Yunus Tetap di Peradilan Militer
- Tambang Batu Picu Longsor di Nias Selatan, 1 Korban Jiwa Ditemukan
- Koperasi Desa Merah Putih di DIY Belum Optimal, Ini Kendalanya
Advertisement
Advertisement




