BLSM : Warga Antre BLSM Sambil Main BlackBerry

26 Juni 2013 12:51 WIB Redaksi Solopos News Share :

[caption id="attachment_419941" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/26/blsm-warga-antre-blsm-sambil-main-blackberry-419940/ponsel-blackberry-reuters" rel="attachment wp-att-419941">http://images.harianjogja.com/2013/06/ponsel-BLACKBERRY-reuters-370x237.jpg" alt="" width="370" height="237" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Reuters[/caption]

JAKARTA-Ratusan warga antre di Kantor Pos Jatinegara, Jakarta untuk mendapatkan 'Balsem' alias Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Sambil menunggu antrean yang mengular sebagian warga memencet-mencet Blackberry dan telepon seluler (ponsel) yang mereka bawa.

Warga dengan sabar menunggu pembagian BLSM ini. Pada pukul 10.00 WIB, Rabu (26/6/2013), antrean warga sudah memenuhi hampir setiap sudut kantor Pos Jatinegara ini.

Pembagian BLSM ini juga membuat lalu lintas dari Jatinegara arah Kampung Melayu tersendat karena penuhnya lokasi parkir kantor pos ini oleh motor para pengambil BLSM yang berjumlah Rp 300 ribu itu.

Untuk menunggu antrean yang panjang warga banyak yang duduk-duduk di bagian luar kantor pos tersebut. Sebagian warga terlihat sibuk dengan BlackBerry dan ponsel mereka. Ada juga warga yang membeli minuman dari penjual yang berjajar di ruas jalan tersebut.

Kantor pos meminta warga mengambil nomor antrean yang diambil di luar gerbang kantor pos untuk mengurangi kepadatan. Warga kemudian duduk di bangku-bangku plastik yang ada di halaman kantor pos tersebut untuk menunggu dipanggil petugas. Hingga pukul 10.00 WIB nomor antrean yang dipanggil sudah mencapai angka 700.

Kebanyakan warga yang mengantre BLSM berusia sekitar 30-40 tahun. Ada beberapa wanita yang mengenakan perhiasan saat pengambilan BLSM itu. Kebanyakan orangtua membawa anak kecil ke kantor pos itu. Suasana yang pengap dan panas membuat banyak anak kecil menangis.

Komariah, 40, salah seorang warga mengeluhkan kurangnya informasi mengenai pembagian BLSM ini. Menurutnya pembagian ini seharusnya di kelurahan saja.

"Kemarin saya sudah ke sini tapi ternyata untuk Kelurahan Kayu Manis jadi saya pulang lagi," kata Komariah yang menggendong balita berusia dua tahun ini.

Namun Komariah bersyukur bisa mendapatkan bantuan ini. Karena bisa meringankan beban ekonomi keluarganya. "Luamayan buat beli sembako," kata Komariah yang suaminya pedagang bubur keliling ini.