OPINI: Efisiensi Berkeadilan, Pedoman Konstitusional Program Strategis Pemerintah
Efisiensi berkeadilan menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan MBG dan KDMP agar program memberi manfaat tanpa mematikan persaingan.
Ilustrasi G 30S/PKI (JIBI/Solopos/Antara)
SOLO–Selain warga yang menilai sisi baik dan positif di era Soeharto, ada pula warga yang menilai sebaliknya. Sejumlah pendapat itu disampaikan pada acara Dinamika 103, sebuah acara diskusi udara di radio SOLOPOS FM, edisi Sabtu (8/6/2013).
Acara yang disiarkan pukul 08.00-09.00 WIB itu dipandu oleh Dyah Ratna dan Heru Cahyono.
Warga palur, Eko Bawono melalui pesan singkat kepada redaksi SOLOPOS FM mengatakan, “Zaman Soeharto bagaikan hidup di moncong singa. Salah omong dikit bisa dijemput Koramil. Yang kaya hanya kroninya aja."
Lenggar, warga Jebres, Solo menilai sebaiknya Soeharto dijadikan sejarah masa lalu.
“Coba berapa juta nyawa yg digenocid era PKI, berapa ribu era Petrus dan lawan politik yang mati sia-sia, kasus WKO yg dicap PKI, petani cengkeh yg diqarong BPPC, coba tanyakan ke keluarga mereka..., jadi jangan hanya baiknya saja yg digembor-gemborkan, memang seperti ini perjalanan bangsa Indonesia.”
Sementara Agus dari Karangasem, Solo mengatakan, “Sekali lagi saya juga mengingatkan akan kekejaman Soeharto. Bagaimana kabarnya Wiji Thukul, Dudy Hamdun( istri Eva Arnas), dll. Kalau masih hidup, ditahan di mana, sedang kalau sudah meninggal dikubur dimana. Kasihan keluarganya masih menanti kabar keberadaannya."
Nuryadin dari Semanggi, Pasart Kliwon menyampaikan pendapatnya, “Yang saya ingat hanya tirani orde baru.” Sedangkan Bejo di Solo mengatakan dulu zaman pak Harto, saudaranya yang menjadi guru dibuang dijemput orang Suharto ke Pulau Buru sampai Sembilan tahun, dipisahkan dari anak istri. Di Pulau buru saudaranya disuruh mbabat alas jdi lahan pertanian enggak dibayar Sembilan tahun, sungguh kejam...”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Efisiensi berkeadilan menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan MBG dan KDMP agar program memberi manfaat tanpa mematikan persaingan.
Disdukcapil Kulonprogo mengingatkan warga soal penipuan aktivasi IKD yang meminta Rp10.000, nomor rekening hingga kode OTP.
Gempa M5,6 mengguncang barat daya Bayah Banten pada Senin sore. BMKG memastikan gempa berkedalaman 10 km itu tak berpotensi tsunami.
JNE menggandeng visual artist Muklay menyulap armada pengiriman menjadi galeri seni berjalan jelang HUT ke-36 bertema “Melesat Hebat”.
Sleman memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan. Layanan keliling bahkan menjangkau sekitar 128.000 pengunjung dalam setahun.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.