Advertisement

ERA SOEHARTO ATAU REFORMASI : Enak Zaman Pak Harto?

Sabtu, 08 Juni 2013 - 12:49 WIB
Maya Herawati
ERA SOEHARTO ATAU REFORMASI : Enak Zaman Pak Harto?

Advertisement

[caption id="attachment_413726" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/08/era-soeharto-atau-reformasi-enak-zaman-pak-harto-413725/soeharto-7" rel="attachment wp-att-413726">http://images.harianjogja.com/2013/06/soeharto.jpg" alt="" width="314" height="206" /> Foto Soeharto
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

SOLO–Sejumlah warga Solo dan sekitarnya menilai lebih enak hidup di zaman Pak Harto daripada saat ini. Sebagian mereka menilai harga kebutuhan pokok di masa Soeharto lebih terjangkau.

Advertisement

Rangkaian pendapat warga Solo Raya itu disampaikan dalam acara Dinamika 103 di radio SOLOPOS FM, Sabtu (8/6/2013). Acara yang dipandu Dyah Ratna dan Heru Cahyono ini mendapat respons dari banyak warga masyarakat. Sebagian besar warga masih menganggap masa lalu lebih baik. Namun ada pula yang mengingatkan era Soeharto yang otoriter. Ada pula warga yang bersikap netral.

Radio berita SOLOPOS FM sengaja mengambil tema diskusi Soeharto dan era sekarang, terkait rencana gelaran Pengetan Ageng ke-92 HM Soeharto yang diadakan di Dalem Kalitan, Sabtu malam.

Harti di Banyudono, Boyolali mengatakan zaman Pak Harto, hidup terasa aman dan sejahtera, harga sembako murah. Sedangkan zaman sekarang sembako mahal dan tidak aman, sementara korupsi juga meraja lela.

Senada dengan Harti, warga Delanggu, Joko, juga mengatakan hidup zaman Pak Harto lebih enak.

“Contohnya saja sembako dan BBM jarang sekali naik, tidak seperti sekarang, sedikit-sedikit naik, korupsi makin marak, banyak pemimpin yg nggak bisa jadi panutan,” kata Joko yang mengirim pesan sinsgkat ke redaksi SOLOPOS FM.

“Di era soeharto harga bumbu dapur murah, tapi sekarang harga jengkol saja bikin jengkel, he…he….”

Sementara Tri Susilo dari Colomadu mengaku lebih melihat dari sisi kewibawaan Soeharto.

“Nyatanya, sekarang pemimpin sudah tidak ada yg dihormati rakyatnya. Karena [pemimpin] tidak nggubris bagamana rakyatnya yang penting keluarganya sang pemimpin dulu.”

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Advertisement

alt

Pemkab Sleman Sosialisasikan Program Kampung Hijau

Sleman
| Sabtu, 20 April 2024, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Kota Isfahan Bukan Hanya Pusat Nuklir Iran tetapi juga Situs Warisan Budaya Dunia

Wisata
| Jum'at, 19 April 2024, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement