KASUS CEBONGAN : Videoconference Dipasang Untuk Kenyamanan Saksi

04 Juni 2013 11:16 WIB Sunartono News Share :

[caption id="attachment_412662" align="alignleft" width="358"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/04/kasus-cebongan-videoconference-dipasang-untuk-kenyamanan-saksi-412661/lapas-cebongan-antara-2" rel="attachment wp-att-412662">http://images.harianjogja.com/2013/06/lapas-cebongan-ANTARA.jpg" alt="" width="358" height="252" /> Foto Lapas Cebongan
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

SLEMAN-Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Lapas Cebongan Sleman tetap menyiapkan piranti lunak videoconference bagi saksi. Kepala Bagian Humas dan Ketatausahaan, Lapas Cebongan Aris Bimo mengatakan videoconference terpasang di ruang aula Lapas Cebongan.

Melalui peralatan ini diharapkan para saksi lebih nyaman dalam memberikan keterangan. “Instalasi sudah disiapkan sudah dipasang hanya keputusan hakim nanti dipakai atau tidaknya,” ujarnya Senin (3/6/2013).

Proses pemasangan piranti keras sudah dilakukan oleh pihak Telkom Jogja. Tinggal menunggu piranti lunak seperti koneksi internet.

Sebelumnya sepekan lalu Pusat Penerangan Mabes Polri juga sudah melakukan peninjauan terhadap rencana lokasi videoconference para saksi di Lapas Cebongan. “Kalau nanti jadi tinggal dikoneksikan saja,” ucap Aris.

Terkait persiapan para saksi dalam memberikan keterangan di persidangan, tim psikologi LPSK mulai menginventarisasi data saksi. Tim tersebut beranggotakan 18 orang dan terjun ke Lapas Cebongan.

Dari inventarisasi itu akan diketahui saksi yang butuh dikonseling hingga klinis atau pendekatan lebih dalam secara psikologi.

“Kerja tim psikologi akan berkejaran dengan waktu. Idealnya dibutuhkan 20 psikolog. Pekan lalu telah melakukan pengenalan 42 saksi. Pendampingan dilakukan hingga akhir Juni, tiga tahapan. Terapannya konseling, klinis, dan forensik," kata Teguh Soedarsono.

Wakil ketua tim psikologi kasus Cebongan, Reni Kusumawardhani mengaku belum ada kesimpulan terkait pendampingan psikologi saksi karena baru kali pertama dilakukan jelang persidangan.