Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Ilustrasi salat ied.- Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, KLATEN- Camat Trucuk Kabupaten Klaten Jawa Tengah angkat bicara soal beredarnya video jemaah Salat Idulfitri 1440 Hijriah yang ramai-ramai membubarkan diri setelah mendengar ceramah dari khatib.
Peristiwa yang terjadi di Lapangan Desa Gaden Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten Jawa Tengah tersebut menjadi viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Camat Trucuk Bambang Haryoko membenarkan kejadian tersebut terjadi di wilayahnya. Namun, ia memastikan permasalahan tersebut langsung diselesaikan.
"Setelah kejadian itu kami bersama pihak terkait seperti FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan pihak lainnya sudah mengundang khatib yang bersangkutan. Dan sang khatib sudah meminta maaf," jelas Bambang saat dihubungi Suara.com-jaringan Harianjogja.com via telepon, Rabu (12/6/2019).
Lebih lanjut, Bambang menyampaikan, selain itu sang khatib yang diketahui bernama Widodo tersebut juga sudah membuat surat pernyataan. Surat tersebut sebagai bentuk permintaan maaf dan tidak akan melakukan hal itu lagi.
"Yang bersangkutan juga sudah membuat surat pernyataan mengakui kesalahan. Dan dia juga mengakui salah menyampaikan pada situasi yang tidak tepat," ucapnya.
Bambang juga menyayangkan kejadian tersebut. Terlebih kejadian tersebut terjadi saat momen salat Idulfitri. Menurutnya, khotbah yang disampaikan kepada jemaah tidak harus menyangkut dengan permasalahan politik. Meski begitu, Bambang memastikan Widodo bukanlah pendukung salah satu paslon capres.
"Dia bukanlah pendukung salah satu paslon. Pak Widodo itu aktif dalam kegiatan di kegiatan masjid. Dia juga Ketua takmir masjid di seluruh Desa Gaden," pungkasnya.
Untuk diketahui, viralnya video jemaah Salat Idul Fitri 1440 Hijriah yang ramai-ramai membubarkan diri setelah mendengar ceramah dari khatib tersiar luas di media sosial. Pasalnya, ceramah tersebut dinilai bermuatan politik.
Aksi jemaah membubarkan diri tersebut terjadi di Lapangan Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Rabu (5/6/2019). Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak jemaah berbondong-bondong membereskan sajadah yang mereka gelar di masjid. Saat itu, sang khotib belum selesai berceramah. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @m.bahrunnajach.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026