Polrestabes Semarang Optimistis Ungkap Misteri Mayat Tanpa Kepala dan Terbakar
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Ilustrasi kampanye gemar makan ikan. (Antara-Syaiful Arif)
Harianjogja.com, SEMARANG--Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, tingkat konsumsi ikan masyarakat di Jawa Tengah (Jateng) tergolong rendah. Konsumsi pada 2018 hanya berkisar 29,19 kg/kapita/tahun.
Kepala DKP Jateng, Fendiawan Tiskiantoro, menerangkan dibanding daerah lain, tingkat konsumsi ikan di Jateng masih tergolong rendah. Di Jawa Timur (Jatim) misalnya, tingkat konsumsi ikan sudah mencapai 36 kg/kapita/tahun dan Nasional 51,5 kg/perkapita/tahun.
"Padahal di Jateng memiliki luas laut sebesar 1.640.000 hektare dengan hasil perikanan baik yang dari nelayan tangkap maupun nelayan budidaya sebanyak 956.000 ton ikan tiap tahunnya," kata Fendiawan dalam keterangan resmi, Rabu (15/5/2019).
Untuk meningkatkan konsumsi ikan kepada masyarakat, pihaknya telah melakukan terobosan-terobosan. Yang sudah berjalan adalah mendistribusikan ikan-ikan segar dari pantai-pantai Jateng menuju pedalaman.
"Di pedalaman itu tingkat konsumsi ikan sangat rendah, hanya sekitar 22 kg per tahun. Untuk itu kami memiliki program pengiriman ikan langsung dari pantai menuju pedalaman. Yang sudah berjalan di Surakarta dengan pengirman 20 ton per bulan," tambahnya.
Selain itu, program-program sosialisasi untuk gemar makan ikan juga terus digalakkan. Ada pula program pembinaan untuk melakukan pengolahan makanan berbahan dasar ikan.
"Yang terbaru, kami berencana untuk membuat surat edaran kepada Taman Kanak-Kanak, Paud untuk wajib menyediakan menu ikan. Selain itu, sekolah-sekolah lain juga kami sarankan untuk makan ikan. Kalau instansi, kami harap dalam setiap acara selalu menyediakan menu ikan," terangnya.
Dengan berbagai cara itu, Fendiawan optimistis tingkat konsumsi ikan di Jateng akan berangsur meningkat. Di tahun ini, pihaknya menargetkan tingkat konsumsi ikan menjadi 30 kg perkapita/pertahun.
Di lain sisi, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mendorong DKP untuk terus menyosialisasikan program gemar makan ikan. Menurutnya, ikan memiliki banyak kandungan baik bagi kesehatan masyarakat khususnya pertumbuhan dan kecerdasan anak-anak.
"Gerakan gemar makan ikan harus digenjot. Inovasi dan kreasi harus dilakukan untuk meningkatkan tingkat konsumsi ikan masyarakat,” ujar Ganjar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Persib Bandung hanya butuh satu poin lawan Persijap untuk kunci gelar BRI Super League 2026 di tengah tekanan Borneo FC.
Aston Villa juara Liga Europa setelah kalahkan Freiburg 3-0. Bek berdarah Indonesia, Ian Maatsen, turut merayakan gelar juara bersama skuad asuhan Unai Emery.
Jenis garam untuk hipertensi, perbandingan sodium, dan pilihan lebih aman bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.