OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Zulkifli Hasan. /Antara- Dhemas Reviyanto
Harianjogja.com, JAKARTA- Otoritas PAN membantah kabar partai ini mencoba merapat ke kubu Jokowi.
Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (Sekjen PAN) Eddy Soeparno memberi tanggapan terhadap hebohnya kabar yang menyebut bahwa partainya akan bermanuver ke kubu paslon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.
Ia memberikan klarifikasi tentang isu tersebut, yang awalnya dikaitkan dengan pertemuan antara Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Presiden Jokowi di Istana.
Berdasarkan penjelasannya, pertemuan tersebut tak seperti yang ramai dibicarakan di media sosial. Ia menyebutkan, Zulkifli Hasan dan Jokowi bertemu di Istana dalam pelantikan Gubernur Maluku Murad Ismail.
Menurut Eddy Soeparno, acara kenegaraan seperti pertemuan ketua MPR dan presiden itu adalah hal biasa dan tak perlu dilebih-lebihkan hingga menimbulkan berbagai spekulasi.
Pada akhir klarifikasinya, Eddy Soeparno menegaskan bahwa PAN tidak masuk ke barisan pendukung kubu 01 dan tetap konsisten dengan dukungannya pada Koalisi Adil Makmur paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dirinya juga mengimbau warganet agar tak percaya rumor.
"Pak @ZUL_Hasan bertemu dengan Presiden di Istana dalam pelantikan Gubernur Maluku. Pertemuan antara Ketua MPR dan Presiden di acara kenegaraan adalah hal yang biasa. Tak perlu berspekulasi lebih jauh terkait pertemuan itu. PAN tetap konsisten di koalisi Adil Makmur. Jangan percaya rumor!" cuitnya, Kamis (25/4/2019).
Eddy Soeparno menambahkan, gubernur Maluku yang dilantik kala itu diusung salah satunya oleh PAN. Selain itu, dia juga teman Zulkifli Hasan.
"Gubernur Maluku yang dilantik di Istana saat itu diusung antara lain oleh PAN. Tak hanya itu, secara pribadi, Gubernur Maluku yang dilantik juga merupakan teman Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN Pak @ZUL_Hasan," sambung Eddy Soeparno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.