Tiket Kereta Api pada 23 Desember 2022 Jadi Terlaris
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kota Wina, Austria antusias mengikuti pemungutan suara dengan mendatangi TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang disediakan di kantor KBRI Wina pada Sabtu 13 April 2019./Bisnis-Andhina Wulandari
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemungutan suara Pemilu 2019 RI di luar negeri banyak dikeluhkan. Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma\'ruf Ade Irfan Pulungan merilis aduan yang diterima kubu 01 Jokowi-Ma\'ruf yang terjadi pada Pemilu di Luar Negeri.
Menurut catatan Ade, total ada 10.344 laporan yang masuk yang terindikasi ikut merugikan pihak paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma\'ruf.
Secara rinci, TKN mendapat 5.016 laporan dari Australia, 3.948 dari Hongkong, 252 dari Korea Selatan, 228 dari Jerman, 324 dari Taiwan, 288 dari Bangladesh, 180 dari Arab Saudi, serta 108 dari Selandia Baru.
"Dari data yang masuk ini, yang paling banyak itu mengenai warga negara yang mempunyai hak pilih kehilangan hak pilihnya. Kedua, surat suara sudah tercoblos. Ketiga, indikasi [kecurangan] pengiriman melalui Pos," jelas Ade.
Ade menjelaskan beberapa pelanggaran hukum sesuai UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang memungkinkan apabila aduan-aduan ini terbukti.
Yaitu, Pasal 510 tentang sengaja menghilangkan hak pilih orang lain dengan ancaman penjara 2 tahun, Pasal 546 tentang petugas PPLN yang sengaja merugikan salah satu paslon dengan ancaman penjara 3 tahun, serta Pasal 550 tentang kelalaian sehingga pelaksanaan Pemilu terganggu dengan ancaman 2 tahun penjara.
"Bukti-bukti yang kami terima sebenarnya banyak sekali. Kalau kami mau kumpulkan sudah bisa jadi jadi buku dan film dokumenter ini. Sebagian banyak ini yang kami dapatkan kan memang sebagian sudah viral di medsos," jelas Ade.
Beberapa kasus memang sempat mencuat di media sosial. Misalnya Ade menyebut, kasus pemilih antre hingga kehujanan di Hong Kong, serta pemilih yang tak diizinkan mencoblos di Sydney dengan dalih TPS telah tutup, padahal sudah mendaftar.
Ada juga contoh cetakan spesimen surat suara di Bangladesh yang menampilkan Prabowo-Sandiaga memakai baju putih dan Jokowi-Ma\'ruf memakai jas, diduga kesengajaan. Serta adanya isu petugas TPS memprioritaskan yang memilih paslon tertentu di Arab Saudi.
Oleh sebab itu, dugaan kesengajaan pelaksanaan pemilu di Luar Negeri untuk merugikan capres-cawapres Jokowi-Ma\'ruf, dikumpulkan lebih lanjut oleh Ade dengan data sebagai berikut:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
WhatsApp menyiapkan fitur greeting message agar anggota baru grup lebih cepat memahami aturan dan suasana percakapan.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.