Kemenkeu Kaji Skema Whoosh, Layanan Harus Tetap Berjalan
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
Ilustrasi. /Bisnis-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, BOYOLALI- Kasus video viral petugas KPPS mencoblos surat suara di Boyolali, Jawa Tengah kini terus diusut Bawaslu.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boyolali Jawa Tengah akan memanggil beberapa saksi untuk mencari perekam video viral Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang viral di wilayah tersebut.
Langkah tersebut ditetapkan, Bawaslu Boyolali melakukan klarifikasi terhadap Komri (49) anggota KPPS di TPS 8 Dukuh Winong, Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, yang mengakui mencoblos surat suara di bilik suara.
Selain itu, Bawaslu juga akan memanggil saksi para pemilik suara yang telah dibantu pencoblosannya oleh Komri pada Pemilu 17 April 2019 kemarin.
"Sudah kita sampaikan pemanggilannya, ada identitasnya, dia (perekam) warga sini juga," kata Taryono Ketua Bawalsu Kabupaten Boyolali, saat dikonfirmasi, Selasa (23/4/2019).
Namun begitu, Taryono enggan membeberkan identitas oknum pelaku pembuat dan penyebar video yang menyebabkan heboh jagat maya tersebut.
"Cuman dia (perekam) statusnya masih mahasiswa," singkatnya, yang masih merahasiakan identitas oknum perekam.
Taryono menyampaikan, pemanggilan para saksi tambahan dilakukan karena ada keterangan yang berbeda antara para saksi yang sudah dipanggil dengan keterangan Komri, pada Senin (22/4/2019) kemarin.
Dia menyebut, salah satunya pada keterangan Ketua KPPS berinisial J, yang menyatakan jika yang dibantu nyoblos itu pemilih yang sudah tua dan untuk berjalan butuh dibantu.
"Tapi keterangan pelaku (Komri) setelah diklarifikasi mengatakan si pemilih yang dibantu bisa jalan sendiri," ucap Taryono.
Keterangan berbeda lainnya, masih pada pengakuan Komri yang mengaku hanya membantu mencoblos untuk lima orang pemilik suara. Berbeda dengan keterangan saksi dari Pengawas TPS bernama Gunaedi, menyebut ada 10 orang yang dicobloskan surat suaranya pada bilik suara.
"Biar menjadi jelas dan transparan, besok kita panggil saksi lagi untuk melengkapi, karena masih ada perbedaan keterangan," jelasnya.
Sebelumnya, pada Kamis (18/4/2019) beredar video di media sosial dan grup media sosial WhatsApp yang menampilkan seorang anggota KPPS berbatik coklat berada di bilik suara tengah membantu nyoblos surat suara milik pemilih.
Atas kejadian itu Bawaslu Boyolali memanggil Anggota KPPS yang melakukan pencoblosan, saksi KPPS lainnya dan Petugas Pengawas pemungutan suara.
"Kami telah merekomendasikan kepada KPU agar di TPS tersebut dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU)," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kemenkeu masih mengkaji Whoosh untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mencari cara meminimalkan dampaknya terhadap beban fiskal.
DPR mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan. Salah satu aturan baru melarang perusahaan menahan ijazah dan dokumen pribadi pekerja.
VR46 menampilkan livery khusus bermotif garuda untuk MotoGP Mandalika 2026. Simbol keberanian itu menghiasi motor Morbidelli dan Di Giannantonio.
Kunjungan wisatawan Gunungkidul mencapai sekitar 4,5 juta orang hingga awal Oktober 2026. PAD retribusi wisata tembus Rp56,17 miliar.
Produksi The Batman Part II dihentikan sementara setelah Matt Reeves fokus mengurus keluarga. Film masih dijadwalkan tayang Februari 2028.
Media Kanada menyoroti keberanian John Herdman membawa mentalitasnya saat melatih Kanada ke Timnas Indonesia hingga meraih gelar FIFA ASEAN Cup.