Menhub: Industri 2.0 Harus Jadi 4.0 Supaya Tak Ketinggalan Zaman

Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka Senin, 08 April 2019 10:07 WIB
Menhub: Industri 2.0 Harus Jadi 4.0 Supaya Tak Ketinggalan Zaman

Ilustrasi - Truk memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Truk ekspedisi dan angkutan barang mempercepat pengiriman ke Indonesia bagian timur, sebelum jalur penyeberangan Jawa-Bali ditutup bagi angkutan barang dan diprioritaskan untuk pemudik pada H-4 Idulfitri./Antara-Budi Candra Setya

Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut perusahaan angkutan barang melalui jalur darat adalah bisnis yang usang atau ketinggalan zaman. Hal ini telah menjadi tantangan bagi pengusaha truk dan angkutan barang untuk meneruskan bisnisnya.

"Satu tantangan yakni satu mekanisme bekerja yang tadinya digunakan sudah tertinggal, dari [industri] 2.0 menjadi 4.0 harus dilakukan, banyak lagi yang harus dilakukan," katanya, Minggu (7/4/2019).

Revolusi industri ditandai dengan 4 tahapan yakni ditemukannya mesin uap yang menjadi revolusi industri 1.0, lalu penemuan listrik dan pabrik yang menjadikan industri 2.0 yang mengedepankan tenaga manusia.

Selanjutnya, ujar Menhub, otomasi melalui komputer menjadikan revolusi industri 3.0. Perkembangan berikutnya menjadi 4.0, menekankan pada penggunaan fasilitas siber dan digital seperti mahadata dan penggunaan internet.

Pada era industri 4.0 saat ini, Budi Karya menyebutkan bahwa bisnis proses angkutan darat masih tertinggal di fase industri 2.0, sehingga perlu segera mengejar ketertinggalan.

Pemerintah katanya selama ini berfokus pada bidang keselamatan terutama dalam bisnis angkutan barang di jalur darat tersebut.

"Pemerintah melalui berbagai regulasi berbagai fasilitas, memberikan suatu arah bahwa keselamatan itu sesuatu yang dijunjung. Oleh karenanya saya mengajak semua stakholders, khususnya Aptrindo [asosiasi pengusaha truk indonesia] dan asosiasi yang lain, memberikan dukungan kepada pengemudi agar mereka melakukan kegiatan berkeselamatan," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online