Profil dan Pemilik KMP Putri Yasmin, Terbakar di Selat Lombok
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, PANDEGLANG--Warga Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas yang terbungkus karung.
Mayat yang identitasnya masih misterius itu ditemukan oleh pemulung di Pantai Karibea, Kabupaten Pandeglang. Saat ditemukan, kondisi mayat dalam keadaan terbungkus di karung plastik warna putih, pada Minggu (7/4/2019) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
"Pertama kali ditemukan oleh seorang pemulung, di pinggir pantai," kata Ade Zaenal, petugas sekuriti Hotel Karibea.
Saat ditemukan, kondisi mayat sudah terlihat membiru dan bengkak. Diperkirakan jasad itu sudah beberapa hari meninggal.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui dari mana mayat itu berasal. Namun di duga, telah terombang-ambing di lautan selama beberapa hari.
"Belum tahu identitasnya. Soal kondisi mayat sudah mulai hancur, jadi enggak dibuka dari karung, langsung dibawa petugas kepolisian," kata Ade.
Tim Inavis Polres Pandeglang telah membawa jenazah dalam karung ke Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP), Kabupaten Serang untuk diautopsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.