Seperti Sepak Bola, Demokrat Yakin Prabowo Bakal Unggul di Injury Time

Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova Rabu, 03 April 2019 22:57 WIB
Seperti Sepak Bola, Demokrat Yakin Prabowo Bakal Unggul di Injury Time

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menjawab pertanyaan pers di Jakarta, Kamis (28/2/2019)./JIBI-Bisnis Indonesia-Samdysara Saragih

Harianjogja.com, JOGJA—Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan optimistis Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih bisa mengungguli Joko Widodo (Jokowi)-Ma\'ruf Amin di detik-detik terakhir jelang pemungutan suara.

Hal tersebut ia sampaikan saat menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan, paslon Jokowi-Ma\'ruf unggul sebesar 55,4% dan Prabowo-Sandiaga berada di angka 37,4%.

Dia menganalogikan pertarungan dalam pilpres layaknya pertandingan sepak bola yang tidak bisa diprediksikan hasil akhirnya.

"Sepak bola meski lawan unggul di dua babak itu jangan pernah anggap hasil akhir sudah berakhir sebelum peluit akhir ditiupkan. Di detik-detik terakhir selalu saja ada gol bunuh diri," ujar Hinca di Jakarta, Rabu (3/4/2019).

Dia mempersepsikan gol bunuh diri dengan suatu kesalahan yang bisa saja terjadi di kubu lawan sehingga menguntungkan kubu Prabowo-Sandi. Bila hal tersebut terjadi, bukan tidak mungkin akan mempengaruhi pilihan swing voters dan undecided voters.

"Gol bunuh diri itu, misal bersentuhan dengan persoalan hukum yang di masyarakat jadi perbincangan besar, atau statement yang kemudian terkoreksi sendiri karena memang salah angkanya, penjelasan di ruang publik, dan lain-lain. Itu yang saya sebut simulasi main bola di pilpres ini karena pertandingan masih jalan," katanya.

Sementara itu, lembaga survei Indikator Politik Indonesia memprediksi arah dukungan swing voters dan undecided voters akan terdistribusi merata kepada kedua pasangan calon presiden menjelang Pilpres 2019.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, hasil survei menunjukkan sebanyak 55,4 persen responden memilih Joko Widodo-Ma\'ruf Amin. Namun, masih ada 8,8 persen pemilih yang berpotensi mengubah pilihannya (swing voters).

Sedangkan sebanyak 37,4 persen responden memilih Prabowo-Sandiaga Uno dengan swing voters sebanyak 8,1 persen. Sehingga total swing voters 16,9 persen. Sementara itu, sebanyak 7,2 persen belum menentukan pilihan (undecided voter).

"Undecided dan swing voters penting dianalisis karena kalau 16,9 persen plus 7,2 persen ngeblok ke paslon 02, potensial mengubah permainan. Selisih 01 dan 02 dalam simulasi tanpa memprediksi swing dan undecided saja 18 persen," kata Burhanuddin di Jakarta, Rabu (3/4/2019).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online