TKN Pertanyakan Bendera HTI yang Berkibar di Kampanye Prabowo

Nancy Junita
Nancy Junita Senin, 25 Maret 2019 08:27 WIB
TKN Pertanyakan Bendera HTI yang Berkibar di Kampanye Prabowo

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyapa simpatisannya saat melakukan kampanye terbuka di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3/2019). Kampanye terbuka calon presiden nomor dua tersebut dihadiri ribuan simpatisannya dan dalam orasi politik Prabowo meminta agar seluruh simpatisannya menjaga kedamaian dan keamanan pada Pilpres 2019./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA – Keberadaan bendera HTI saat kampanye terbuka Capres Prabowo Subianto dipertanyaman Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily.

“Semakin jelas dan nyata bahwa Prabowo-Sandi ini didukung oleh kelompok eks HTI, kelompok yang selama ini selalu menyuarakan konsep khilafah dan anti terhadap nation-state. Mereka terang-terangan mengakui ingin menegakan sistem khilafah yang anti-Pancasila,” kata Ace dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/3/2019).

Dikatakan, eks HTI selama ini ada di balik pendukung utama Prabowo-Sandi. Mereka sangat militan melawan pemerintahan Jokowi karena Pemerintahan Jokowi bersikap tegas terhadap organisasi yang ingin mengancam ideologi Pancasila dan NKRI. 

Kini mereka memberikan dukungan terhadap Prabowo-Sandi. Salah satu indikasinya, keberanian mereka mengibarkan bendera Al-Liwa yang merupakan panji dari HTI.

Bahkan di panggung utama kampanye di Kota Manado, ujar Ace, bendera itu tampak tegak berdiri.

“Bagaimana mungkin seorang Prabowo yang patriotik dan nasionalis tapi tak berani bersikap dengan tegas hanya karena ingin mendapatkan dukungan elektoral. Tegaknya Pancasila dan NKRI harus di atas segalanya dibanding hanya ingin mendapatkan dukungan electoral,” tambah Ace.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online