Indonesia Kalah 1-3 dari Filipina di SEA V Cup 2026
Indonesia kalah 1-3 dari Filipina pada Leg 2 SEA V Cup Women's 2026 setelah melewati drama panjang pada set keempat.
Joko Widodo bersalaman dengan Prabowo Subianto usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). (Antara/Sigid Kurinawan)
Harianjogja.com, JAKARTA -- Elektabilitas pasangan Jokowi-Ma\'ruf semakin meninggalkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ini adalah hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan.
"Jarak perolehan suara antara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno dalam pertarungan pemilihan Presiden 2019-2024 semakin melebar hingga melampaui 25 persen," kata Direktur SMRC Djayadi Hanan di Jakarta, Minggu (17/3/2019).
Dalam survei terhadap 2.820 responden pada Februari-Maret 2019 dengan margin of error 2%, SMRC merilis elektabilitas Jokowi-Ma\'ruf sebesar 57,6% sementara Prabowo-Sandiaga Uno 31,8 persen.
“Bila pemilihan presiden dilakukan pada pertengahan Maret ini, hampir pasti Jokowi-Mar’ruf terpilih sebagai pasangan presiden-wakil presiden,” ujar Djayadi Hanan.
Dyayadi mengatakan perolehan suara Jokowi-Ma’ruf itu meningkat dari hasil survei Januari 2019 lalu. Kala itu responden yang mendukung Jokowi-Ma’ruf sebesar 54,9 persen, dan Prabowo-Sandiaga 32,1 persen.
Djayadi menilai kenaikan dukungan bagi Jokowi-Ma\'ruf disebabkan berbagai hal, antara lain optimisme masyarakat atas kondisi ekonomi, kemampuan Jokowi memimpin Indonesia, penilaian masyarakat mengenai debat Pilpres 2019, serta ketidakpercayaan masyarakat terhadap berbagai berita bohong yang menyudutkan Jokowi.
“Dalam survei ini, SMRC menemukan bahwa 71 persen responden mengaku sangat atau cukup puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Sebanyak 66 persen responden percaya Jokowi mampu memimpin bangsa," kata Djayadi.
Survei juga merekam kepuasan responden atas kebijakan pemerintah dalam sektor-sektor sosial, ekonomi dan keamanan seperti kesehatan, penanggulangan narkoba, ancaman teroris, hingga pembangunan insfrastruktur, dan pengendalian nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Yang masih kurang positif adalah evaluasi atas kebutuhan pokok. Namun dalam hal ini trennya menunjukkan perubahan dari survei sebelumnya,” ujar Djayadi.
Lebih jauh terkait penyelenggaraan debat Pilpres, kata Djayadi, publik menilai Jokowi lebih baik dari Prabowo. “Lebih dari 61 persen menganggap Jokowi lebih baik di debat kedua, sementara hanya 29 persen yang menilai Prabowo lebih baik,” katanya.
Selain itu, survei SMRC menunjukkan masyarakat umumnya skeptis dengan berita dan informasi negatif tentang Jokowi yang terkait dengan anti-Islam, RRC, dan komunisme. “Masyarakat ternyata cukup selektif dan tidak menerima begitu saja berita negatif yang disiarkan tentang Jokowi,” kata Djayadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia kalah 1-3 dari Filipina pada Leg 2 SEA V Cup Women's 2026 setelah melewati drama panjang pada set keempat.
Rumor kenaikan harga iPhone 17 mencuat pada 10 Agustus 2026. Apple belum memberikan konfirmasi resmi, sementara harga iPhone 17 di Indonesia sudah naik sejak Ju
Kevin Diks dan Jay Idzes dipastikan masuk skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026. John Herdman menargetkan Garuda meraih trofi setelah gagal di Piala
WhatsApp tengah menguji tema chat baru untuk Android yang menghadirkan wallpaper animasi, tampilan minimalis, dan doodle khas. Fitur ini ditemukan di WhatsApp B
Dominasi Aprilia berlanjut di MotoGP 2026 usai seri Inggris. Jorge Martin memperlebar jarak di puncak klasemen, sementara Marc Marquez turun ke posisi keempat s
Topan Dolphin menerjang pantai timur China dengan angin 151 km/jam. Lebih dari satu juta warga dievakuasi, ribuan penerbangan dibatalkan, dan ancaman banjir ser